Kitatentu rindu dengan pembangunan dan pengembangan gereja, kemuliaan TUHAN sungguh-sungguh kita rasakan. Kita membangun dan mengembangkan gereja tentu untuk kemuliaan TUHAN. Bukan untuk kemuliaan Majelis Jemaat, para penatua, Panitia Pembangunan, atau warga GKI Samanhudi. Tapi kita rindu, semua ini untuk kemuliaan TUHAN!
Jikapenjelasan ini diterima, Lukas 14:28-32 tidak terlalu cocok untuk disitir dalam diskusi kita tentang tren pembangunan gereja. Baik mereka yang memilih "jalan dulu" maupun "modal dulu" dalam upaya pembangunan gedung gereja harus tetap mengerti resiko yang akan dihadapi dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan apa yang sudah diputuskan.
Adayang mengatakan rajin beribadah atau memperbanyak ibadah namun ada yang mengatakan rajin dan setia memberikan persembahan, berupaya membangun gedung gereja yang megah, dan sebagainya. Amos 7:7-17 berisi penglihatan Amos tentang kehidupan Israel berikut akibatnya.
102thGedung Gereja Zebaoth, Khotbah Tematik Bagus, Lenny Syafei: Empat Tokoh Akan Bicara JAKARTA, Arcus GPIB - Gedung gereja Zebaoth Bogor berusia 102 tahun. Usia yang tidak singkat dalam perjalanan sejarah gereja tua ini di Kota Bogor yang hadir membawa terang bagi sesama dan seluruh ciptaan-Nya.
Seusaipenanda tanganan prasasti peresmian, dilanjutkan dengan memasuki ruang gedung gereja dan dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin langusng oleh Pdt.O.JS.May. Penadantanganan Prasasti Oleh Ketua Umu Sinode GMIH, Pdt. Dr. Demianus Ice Selesai ibadah dilanjutkan dengan laporan oleh ketua Panitia pembangunan serta sambutan-sambutan.
Khotbah: Hagai 2:1-9. Tema : Kemegahan Rumah Tuhan (Kiniulin Rumah Pertoton) Pendahuluan. Rumah Tuhan saat ini identik dengan gedung gereja. Ditengah kesulitan mengadakan dana, membangun gedung gereja yang seringkali terkendala izin masih ada harapan bahwa dalam perkenaan Tuhan, jemaat yang bersatu hati dan pikiran akan mampu mengatasi itu
KnF0jz. Sumber / 20 October 2022 Claudia Jessica Official Writer Untuk mendukung pembangunan gedung Gereja Kalimantan Evangelis GKE, Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sekaligus Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Gunung Mas, Jaya S Monong mengajak jemaat dan seluruh pihak untuk berbagi berkat pada hari Rabu 19/10/2022. Saat meletakkan batu pertama pembangunan gedung GKE Pandohop Tumbang Miwan, Jaya berkata, โSaya mengajak jemaat dan seluruh pihak untuk mendukung pembangunan gedung gereja ini, dengan cara berbagi berkat.โ Jaya berharap dengan bantuan seluruh pihak, pembangunan gedung gereja bisa segera selesai. Jaya mengingatkan bahwa hal yang utama dalam pembangunan gedung gereja ini adalah jemaat selalu mengandalkan Tuhan. Dengan mengandalkan Tuhan, Jaya yakin bahwa pembangunan gedung gereja akan berjalan dengan baik hingga selesai. Tak hanya membangun gereja secara fisik, pendeta, penatua, daikon, dan seluruh pekerja gereja diingatkan untuk meningkatkan pembangunan dari sisi kerohanian jemaat. โSaya yakin dan percaya, jika masyarakat kita takut akan Tuhan, maka mereka akan menghindari hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, salah satunya mereka akan menolak narkoba,โ pungkas Jaya. Sementara itu, Ketua Pembangunan Gedung GKE Pandohop Tumbang Miwan, Nenengson memaparkan sejumlah alasan dan pertimbangan dari keputusan jemaat untuk membangun gedung gereja baru. Pasalnya gedung gereja yang selama ini digunakan membutuhkan perbaikan lantaran bagian atas yang sudah mulai lapuk, atap yang bocor, dinding beton yang sudah banyak retak. Pertimbangan lainnya adalah mengingat saat ini gedung gereja berada di atas tanah yang tinggi dan berhadapan langsung dengan jalan raya, membuat kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan jemaat yang harus keluar-masuk gereja, terutama anak-anak. Tempat parkir yang ada saat ini juga dinilai sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya jemaat dari Gereja Kalimantan Evangelis. Menurut perencanaannya, gedung gereja yang baru akan dibangun di atas lahan seluas 100 x 42 meter, dan gamabaran global lebar dan panjang bangunan adalah 15 x 18 meter. Melihat kondisi keuangan yang ada saat ini, panitia berharap dapat menyelesaikan pembangunan pondasi dan untuk selanjutnya panitia berharap ada berkat dari berbagai pihak. Nenengson menyampaikan bahwa sejauh ini beberapa pihak telah mendukung pembangunan gedung gereja baru, baik dalam bentuk dana, sumbangan bahan bangunan, saran, dan lain sebagainya. โSaya juga menyampaikan terima kasih kepada warga jemaat GKE Pandohop Tumbang Miwan, atas partisipasi, kerja sama dan kebersamaan selama ini, dalam membangun gedung gereja yang baru,โ demikian Nenengson. Sumber Halaman 1
SULTENG, Sinode ke-47 Gereja Kristen Sulawesi Tengah GKST terasa lebih istimewa, karena hampir bertepatan dengan HUT ke-74 GKST, yang jatuh pada 18 Oktober 2021. Demikian diungkapkan Pdt. Em Onesimus Kambodji, dalam khotbah ketika memimpin ibadah pembukaan Sidang Sinode ke-47 Gereja Kristen Sulawesi Tengah di Gedung Pesparawi, Beteleme, Morowali Utara 11/11/2021. Sidang Sinode kali ini diikuti 500 an peserta yang dibagi dalam empat gedung gereja terdekat dengan Gedung Pesparawi, yang dihubungkan dengan fasilitas teknologi zoom meeting, guna menaati ketentuan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19. Sidang kali ini memiliki empat agenda pokok yakni evaluasi laporan pertanggungjawaban Majelis Sinode periode 2016-2021, Amandemen Tata Gereja, Penyusunan Program 2021-2026 dan Pemilihan Majelis Sinode masa bhakti 2021-2026. Ketua Panitia Sidang, Krispen H. Masu dalam laporannya mengatakan bahwa tema Sidang Sinode ke-47 GKST, diambil dari ayat Alkitab Wahyu 2212-13, yakni โAku adalah yang awal dan yang akhirโ, sedangkan sub tema adalah โhanya dengan berharap pada Allah yang membebaskan serta memulihkan, GKST senantiasa memperjuangkan keadilan, keamanan, kesehatan dan kesejahteraanโ. Sidang Sinode ke-47 GKST dibuka Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten III Setdaprov, Moeljono, dan juga dihadiri sejumlah Bupati. Selain Bupati Morowali Utara, Delis J. Hehi sebagai tuan rumah, hadir juga sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdapat Gereja GKST, yakni Bupati Poso, Verna Inkiriwang, Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta, Wabub Sigi, Samuel Y. Pongi, serta Bupati Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Budiman. Juga hadir tokoh-tokoh gereja seperti Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia PGI Wilayah Sulut, Gorontalo dan Sulteng, Ketua Bamag Provinsi Sulteng Lucky Semen yang juga anggota DPD RI, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng dan Pembimas Kristen dari sejumlah kabupaten serta Ketua MUI Kabupaten Morowali Utara. Hadir pula Ketua Tim Penyusunan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Bahasa Daerah Mori, Pdt. M. Tomana. GKST sudah memberikan konstribusi nyata Dalam sejarah perjalannya selama 74 tahun kehadirannya, GKST telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional, bukan hanya di bidang spiritual keagamaan, tetapi juga pendidikan dan kesehatan. โGKST melalui yayasannya, memiliki sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMU serta perguruan tinggi. Juga memiliki rumah sakit untuk melayani kesehatan masyarakat,โ. Demikian diungkapkan Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi dalam sambutannya. Lebih jauh Delis mengungkapkan bahwa lewat Sidang Sinode ke-47 ini, GKST akan terus menunjukan eksistensinya dalam pembangunan manusia Indonesia, serta memberi kontribusi nyata bagi Sulteng dan Indonesia. GKST lewat sidang sinode, akan terus menunjukkan eksistensi dalam memberi pelayanan kepada bangsa dan negara. Bagian lain, Ketua Majelis Sinode GKST, Pdt. Jetroson Rense, yang akan segera demisioner, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Sidang Sinode ke-47. Pengurus Sinode GKST 2021-2026 Dalam sidang ini terpilih sebagai pengurus Sinode GEREJA KRISTEN SULAWESI TENGAH Periode 2022-2026 sebagai berikut Ketua Umum Pdt. Djadaramo Tasiabe, Ketua 1 Pdt. DR. Tertius Lantigimo, Ketua 2 Pdt. Robinson Perutu, Sekretaris Umum Pdt. Jetroson Rense, Wakil Sekretaris Pdt. Elieser Meringgi, Bendahara Umum Pdt. Maisuri Botilangi, Wakil Bendaraha Pdt. Nurna Tokede, BPP GKST Periode 2021-2026 Ketua Pdt Abisai Sigilipu, Sekretaris Pnt BJS Tuwuntjaki dan anggota Pdt. Yuko Kombuno. Pewarta Aleksander Mangoting Post Views 683
ุจูุณูู
ู ุงููููฐูู ุงูุฑููุญูู
ูฐูู ุงูุฑููุญูููู
ู Ringkasan Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Muโminin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Taโala binashrihil aziiz Tanggal 1 Nubuwwah 1392 HS/November 2013 Di Masjid Auckland, Selandia Baru ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ูุง ุฅูููฐูู ุฅูุง ุงููููฐูู ููุญูุฏููู ูุง ุดูุฑููููู ูููู ูู ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู ุฃูู
ููุง ุจูุนูุฏู ูุฃุนูุฐ ุจูุงููููฐูู ู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู ุงูุฑููุฌูููู
ู ุจูุณูู
ู ุงููููฐูู ุงูุฑููุญูู
ูฐูู ุงูุฑููุญูููู
ู ูก ุงูููุญูู
ูุฏู ูููููฐูู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ููููู ูข ุงูุฑููุญูู
ูฐูู ุงูุฑููุญูููู
ู ูฃ ู
ูุงูููู ููููู
ู ุงูุฏูููููู ูค ุฅููููุงูู ููุนูุจูุฏู ููุฅููููุงูู ููุณูุชูุนููููู ูฅ ุงูููุฏูููุง ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู
ูุณูุชูููููู
ู ูฆ ุตูุฑูุงุทู ุงูููุฐููููู ุฃูููุนูู
ูุชู ุนูููููููู
ู ุบูููุฑู ุงููู
ูุบูุถูููุจู ุนูููููููู
ู ูููุง ุงูุถููุงููููููู ูง ููู ุจููููุชู ุฃูุฐููู ุงูููู ุฃููู ุชูุฑูููุนู ููููุฐูููุฑู ูููููุง ุงุณูู
ููู ููุณูุจููุญู ูููู ูููููุง ุจูุงููุบูุฏูููู ููุงูุขุตูุงูู * ุฑูุฌูุงูู ูุง ุชููููููููู
ู ุชูุฌูุงุฑูุฉู ูููุง ุจูููุนู ุนููู ุฐูููุฑู ุงูููู ููุฅูููุงู
ู ุงูุตูููุงุฉู ููุฅููุชูุงุกู ุงูุฒููููุงุฉู ููุฎูุงููููู ููููู
ูุง ุชูุชููููููุจู ููููู ุงูููููููุจู ููุงูุฃูุจูุตูุงุฑู * ููููุฌูุฒูููููู
ู ุงูููู ุฃูุญูุณููู ู
ูุง ุนูู
ููููุง ููููุฒููุฏูููู
ู ู
ููู ููุถููููู ููุงูููู ููุฑูุฒููู ู
ููู ููุดูุงุกู ุจูุบูููุฑู ุญูุณูุงุจู ุงูููุฑ 37-39 โCahaya ini sekarang menyala di rumah-rumah yang mengenainya Allah telah menetapkan, bahwa mereka ditinggikan dan nama-Nya diingat di dalamnya. Mereka memuliakan Dia di dalamnya di pagi hari dan sore hari; orang-orang lelaki yang perdagangan maupun jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah dan mendirikan shalat dan membayar zakat. Supaya Allah akan memberi mereka ganjaran terbaik atas amalan mereka, dan menambahkannya kepada mereka dari karunia-Nya. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.โ QS An-Nur, ayat 37-39. Hari ini Tuhan telah memberi taufik kepada Jemaat Selandia Baru untuk membangun masjid mereka. Semoga Tuhan memberkati masjid ini untuk Jemaat dalam segala hal! Selandia Baru adalah Jemaat kecil dengan hanya empat ratus anggota, namun mereka telah membuat sebuah masjid yang sangat baik dengan kapasitas lebih besar dari jumlah mereka. Semoga Allah membuat mereka melebihi kapasitasnya! Anggota Jemaat yang telah bekerja siang dan malam dengan sangat antusias untuk menyelesaikan masjid. Seperti kebiasaan dalam Jemaat, mereka melakukan sendiri banyak pekerjaan [di gedung] melalui Waqari Amal dan menghemat biaya. Total biaya pembangunan masjid dan beberapa renovasi adalah 3,5 juta dolar NZ[1]. Karena Jemaat kecil, uangnya tidak bisa segera dikumpulkan, karena itu mengambil pinjaman. Namun, saya Hadhrat Khalifatul Masih V berharap bahwa anggota Jemaat akan segera melunasi pinjaman. Tahun ini Jemaat Selandia Baru mencapai 25 tahun, oleh karena itu, terlepas dari jumlah mereka yang kecil, para anggota sangat ingin mengirimkan hadiah masjid kepada Allah dalam bentuk rumah-Nya. Perlu diingat bahwa semangat yang mendasari pemberian hadiah ini, hendaknya tidak tetap menjadi hadiah berdasarkan pinjaman. Upaya harus dilakukan untuk melunasi pinjaman secepat mungkin sehingga pengorbanannya murni. Pinjaman ini diambil oleh Jemaat dengan prasangka baik kepada anggota, bahwa mereka akan berkorban untuk pembangunan guna meraih keridhaan Allah. Hadhrat Muhammad Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda ู
ููู ุจูููู ู
ูุณูุฌูุฏูุง ูููู ุจูููู ุงูููู ูููู ููู ุงููุฌููููุฉู ู
ูุซููููู. Man bana masjidan liLlaahi banaLlahu lahu fil jannati mitslahu bahwa seseorang yang membangun masjid karena Allah; Allah akan membuat rumah untuknya di surga. Adakah orang yang tidak menginginkan sebuah rumah di surga? Tidak ada seorang Ahmadi pun bahkan bisa memikirkan tidak meraih kenikmatan Allah dan tidak ingin mendapat berkat memiliki rumah yang dibangun di surga. Ini adalah keindahan Jemaat bahwa dimanapun di dunia, Jemaat memberikan pengorbanan harta tanpa perhitungan. Hakekat pengorbanan harta yang Hadhrat Masih Mauโud as mulai pada para sahabat beliau untuk menyampaikan pesan-pesan Islam ke seluruh dunia dan yang mengenainya beliau bersabda, bahwa beliau kagum melihat ketulusan tak terbatas dan kecintaan sahabat-sahabat beliau, hari ini, setelah lewat seratus tahun, hal itu masih ada pada para anggota Jemaat. Terlepas di negara manapun para Ahmadi berada, mereka mengungguli satu sama lain dalam kesetiaan dan ketulusan. Jemaat New Zealand terdiri atas 60 % orang-orang dari Fiji, imigran Pakistan 23 % dan sisanya dari beragam etnis. Jadi Jemaat kecil ini yang terdiri dari berbagai macam orang-orang unggul dalam ketulusan. Perlu diingat bahwa ketulusan secara lahiriah, pengorbanan sementara โ baik itu waktu atau kekayaan โ tidak cukup bagi seorang mukmin sejati. Bahkan, martabat seorang mukmin sejati adalah dalam menjalankan ketakwaan dengan penuh tekad dan keteguhan sambil memperhatikan tujuan penciptaannya. Dalam hal ini Hadhrat Masih Mauโud as menjelaskan โKarena kurangnya pemahaman dan adanya sifat takut-takut, orang-orang dari berbagai karakter menetapkan tujuan yang berbeda bagi kehidupan mereka dan membatasinya pada tujuan dan keinginan-keinginan duniawi. Namun, tujuan yang Allah Taโala nyatakan dalam Kitab suci-Nya ูู
ุง ุฎููุช ุงูุฌู ูุงูุฅูุณ ุฅูุง ููุนุจุฏูู โTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.โ . Berdasarkan ayat ini, tujuan sesungguhnya kehidupan manusia adalah menyembah Allah, memperoleh makrifat mengenainya-Nya dan menjadi kepunyaan-Nya.โ[2] Perlu diingat, bahwa setelah masuk dalam Jemaat Hadhrat Masih Mauโud as, bukanlah tujuan kita untuk memberikan pengorbanan berdasarkan semangat sementara. Sebaliknya, kita harus menyembah Allah dengan keteguhan, dan ini hanya mungkin ketika seseorang memiliki kesadaran bahwa Allah adalah Pemilik semua kekuatan dan Mengawasi segala sesuatu yang dia lakukan, Memiliki pengetahuan tentang apa yang ada di dalam hatinya dan juga Memiliki pengetahuan tentang apa yang ingin dia lakukan di masa depan. Barulah dapat kita katakan bahwa dia berusaha untuk menjadi milik Tuhan. Kita seharusnya tidak menyembah Tuhan hanya ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya, ketika kita berada dalam kesulitan, ketika kebutuhan duniawi kita tidak terpenuhi. Bahkan kita juga harus memperhatikan ibadah kepada Allah di masa yang baik. Perdagangan dan perniagaan duniawi hendaknya tidak membuat kita menjauh dari ibadah kepada Allah. Masjid ini tidak boleh terbatas menjadi sebuah bangunan belaka. Kebesaran dan keindahannya hendaknya tidak hanya mengingatkan kita tentang Waqari Amal yang kita lakukan untuk itu dan berapa banyak kontribusi yang kita lakukan untuk itu. Bahkan gedung ini seharusnya mengingatkan kita bahwa membangun masjid di dunia ini akan menjadikan kita penerima berkat sebuah rumah di surga dari Allah. Dan ini akan terjadi ketika, setelah membuat masjid kita juga memenuhi hak-hak mesjid. Ini akan terjadi ketika, seperti dinyatakan dalam ayat yang dibacakan di awal, mukmin sejati adalah mereka yang ุฑูุฌูุงูู ูุง ุชููููููููู
ู ุชูุฌูุงุฑูุฉู ูููุง ุจูููุนู ุนููู ุฐูููุฑู ุงูููู โ โโฆyang tidak melalaikan mereka perdagangan atau jual beliโฆโ Memang, mereka tidak lalai dari mengingat Allah, shalat dan zakat. Kita para Ahmadi harus bercita-cita untuk menjadi mukmin semacam ini. Sebuah pusat tempat shalat ada di sini sebelumnya, tetapi ada perbedaan yang jelas antara sebuah pusat tempat shalat dan masjid. Selain dari fitur arsitektur masjid, menara dan kubah, masjid memiliki hawa kesucian. Dalam kunjungan saya tahun 2006 ke Selandia Baru, Saya telah meminta Jemaat untuk membangun sebuah masjid yang patut, dengan tujuan bahwa menara dan kubah akan mengingatkan mereka bahwa mereka telah membangun sebuah masjid dengan mengorbankan waktu dan kekayaan mereka, dan juga perlu untuk memenuhi haknya hak masjid. Selain itu, menara dan kubah juga menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal dan dapat menjadi sarana Tabligh. Orang-orang tertarik untuk mengetahui gambaran Islam yang sebenarnya atau sekedar ingin tahu. Saya telah mengamati sejauh ini, bahwa dengan karunia Allah gambaran Jemaat meningkat berlipat ganda dengan adanya bangunan masjid dan karena ini peningkatan gambaran penunaian tanggungjawab terhadap masjid dapat terpenuhi. Apa itu hak-hak masjid? Pertama bahwa perdagangan dan perniagaan seseorang hendaknya tidak menjauhkannya dari mengingat Allah, pada kenyataannya bangunan masjid harus menarik seseorang untuk shalat dan mengingat Allah. Ketika panggilan Hayya alash shalaahโ marilah kita shalat selama adzan diserukan, dia harus melupakan perdagangan serta perniagaannya dan pergi ke masjid. Dapat dikatakan bahwa hari ini jarak masjid sangat jauh dan suara adzan juga tidak terdengar karena tidak disiarkan keluar. Oleh karena itu, harus disadari bahwa kita telah membangun masjid ini untuk memenuhi hak ibadah kepada Allah dan untuk mengetahui alasan penciptaan kita. Juga, telah disebutkan sebelumnya bahwa hari ini semua orang membawa telepon seluler. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menyetel alarm untuk waktu shalat. Mereka yang tinggal dekat dengan mesjid harus datang ke masjid dan mereka yang jaraknya jauh harus mengerjakan shalat di tempat kerja. Orang-orang di sekitar mereka akan melihat ini dan akan tertarik. Hal ini bisa mendorong pada mengundang teman-teman ke masjid dan dengan demikian dia akan mengingat Allah serta mulai menyampaikan pesan Islam kepada orang lain. Hadhrat Rasulullah saw telah menimbulkan perubahan revolusioner di antara para sahabat beliau, dan ayat-ayat yang dibacakan di awal menggambarkan teladan mereka. Mereka sibuk dalam perdagangan bernilai jutaan namun hati mereka penuh dengan mengingat Allah dan mereka selalu tertarik kepada pengorbanan harta. Dan untuk perubahan revolusioner inilah di zaman ini, Tuhan mengutus pecinta sejati Hadhrat Rasulullah saw, Hadhrat Masih Mauโud as, untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan, untuk menjaga shalat dan membuat pengorbanan harta. Saya sering menyebutkan bahwa sikap Jemaat dalam pengorbanan harta sangat tinggi, namun ada kebutuhan besar untuk memperhatikan shalat. Masjid harus diramaikan, karena menegakkan shalat yang sejati adalah ketika dikerjakan berjamaah di masjid, dan masjid dibangun untuk tujuan ini. Allah menyatakan, bahwa orang mukmin lebih peduli tentang akhirat daripada dunia ini. Ketika seseorang mencapai usia tua ia khawatir dan menangis kepada Tuhan berdoa untuk akhir hidup yang baik husnul-khatimah. Tetapi Allah menyatakan bahwa seorang mukmin sejati tidak sampai ke tahap tersebut tahap menangis dan berdoa untuk akhir hidup yang baik di usia tuanya, melainkan ia tertarik pada Tuhan, pada ibadah kepada-Nya, menyucikan dirinya yaitu sejak usia muda dan selama masa kemudahan dan kemakmurannya. Seorang mukmin sejati mengingat Allah siang dan malam dengan ketakutan terhadap akhirat selalu hadir dalam pikirannya. Demikianlah kondisi para sahabat Rasulullah saw, dan Hadhrat Masih Mauโud as datang untuk menanamkan kondisi ini dalam diri kita. Beliau bersabda โHati hamba selalu sedih bahwa semoga Allah Taโala juga melimpahkan berkat para sahabat pada Jemaat kita. semoga mereka juga menanamkan kebenaran dan kejujuran, ketulusan dan ketaatan dalam diri mereka seperti yang dimiliki para sahabat. Semoga mereka tidak takut pada siapa pun selain Allah. Semoga mereka bertakwa karena kecintaan Allah beserta dengan orang yang bertakwa ุฃููู ุงููู ู
ุน ุงูู
ุชููู annallaaha maโal muttaqiin.โ Jika kita menginginkan berkat Tuhan dan juga ingin menjadikan rumah kita termasuk di rumah-rumah yang ditinggikan dengan perintah izin Allah, maka kita perlu mengisi rumah kita dengan mengingat Allah dan menjaga rasa takut kepada-Nya selalu hadir dalam hati kita. Kekhawatiran tentang dunia, kekhawatiran tentang perdagangan seseorang seharusnya tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa takut kepada Tuhan. Hadhrat Masih Mauโud as berulang kali meminta Jemaat untuk menanamkan ketakwaan dan mendahulukan Tuhan. Dalam menerangkan kata-kata Hadhrat Masih Mauโud as, saya katakan; โBahkan jika seseorang memperoleh keuntungan sementara karena mengejar keduniawian dia masih merasa rentan. Tetapi jika seseorang menjadi kepunyaan Tuhan, dia mendapatkan-Nya serta mendapatkan dunia. Seperti disebutkan sebelumnya, para sahabat Rasulullah saw biasa sibuk dalam perdagangan bernilai jutaan namun mereka tidak pernah lupa mengingat Allah dan tidak pernah lupa rasa takut kepada Tuhan.โ Di zaman ini kita mengatakan bahwa setelah melakukan baiat kepada Hadhrat Masih Mauโud as kita telah membawa perubahan suci dalam diri kita. Namun, perubahan ini hanya akan bermanfaat ketika itu adalah perubahan yang nyata dan bukan sekedar pengakuan lisan. Seseorang dihargai oleh Allah dengan rezeki duniawi maupun ruhani, ketika dia membawa perubahan sejati dan murni di mana shalat dikerjakan untuk keridhaan Allah dan perbuatan baik lainnya juga dilakukan. Allah tidak melarang seseorang melakukan perdagangan dan jual-beli, yang Dia katakan adalah bahwa perdagangan dan perniagaan ini hendaknya tidak membuat seseorang jauh dari mengingat-Nya. Hadhrat Masih Mauโud as telah bersabda bahwa jika kita gagal untuk mengerjakan shalat apa perbedaan antara kita dan orang lain, dan apa manfaat melakukan baiat? Jika kita menganggap diri kita bagian dari Jemaat maka kita harus menjadikan jelas bahwa kita akan menyesuaikan setiap kata dan perbuatan kita sesuai dengan ridha Allah. Kita akan memiliki rasa takut kepada Tuhan di dalam hati kita dan pandangan kita akan lebih tertuju pada akhirat daripada dunia ini. Menguraikan poin ini, Hadhrat Masih Mauโud as bersabda โIngatlah, hamba Allah Taโala yang sempurna adalah mereka yang mengenainya dinyatakan โโฆyang perdagangan atau jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allahโฆโ. Ketika hati benar-benar terhubung kepada Allah dan menanamkan cinta menggebu kepadanya-Nya maka tidak bisa terpisah dari-Nya. Kondisi ini dapat dipahami dari contoh anak seseorang yang sakit. Tidak peduli di mana orang itu orang tua anak itu, dan tidak peduli dia sedang sibuk apa, hati dan pikirannya akan menyertai anaknya. Demikian pula, mereka yang menanamkan hubungan kecintaan sejati dengan Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa melupakan Allah Taโala dalam keadaan apapun.โ Hadhrat Masih Mauโud as juga bersabda โ..Keduniawian dan iman tidak dapat hidup berdampingan.โ Namun, beliau juga bersabda โKami tidak mengatakan bahwa petani harus meninggalkan pertanian atau pedagang meninggalkan perdagangan atau pegawai meninggalkan pekerjaannya atau bisnisman meninggalkan bisnisnya dan duduk menganggur. Sebaliknya, kami mengatakan hendaknya [menjadi orang] โโฆyang perdagangan atau jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allahโฆโ Sementara mereka terlibat dalam tugas-tugas mereka tetapi hati mereka mengingat Allah. Seorang pedagang dalam perdagangan, seorang petani di bidang pertanian, seorang raja di pemerintahannya, singkatnya apapun tugas yang harus dia lakukan, dia terus menjadikan Allah sebagai tujuan; dan melakukan apa yang dia inginkan sambil menjaga kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya serta mematuhi apa yang telah diperintahkan dan apa yang telah dilarang dalam perintah-perintah-Nya.โ makna โDan melakukan apa yang dia inginkanโ berarti bahwa ketika seseorang mematuhi semua ini, dia tidak akan memiliki cara lain kecuali mengikuti Allah. Hadhrat Masih Mauโud as lebih lanjut mengatakan โTakutlah kepada Allah dan kemudian kerjakan semuanya. Kapan Islam memberikan ajaran bahwa seseorang harus meninggalkan perdagangan dan duduk-duduk seperti orang lumpuh, dan bukannya melayani orang lain, justru menjadi beban bagi mereka. Tidak sama sekali! Bahkan menjadi malas adalah dosa. Bagaimana bisa orang seperti itu melayani Allah dan agama-Nya serta mencukupi kebutuhan keluarganya yang telah dipercayakan kepadanya oleh-Nya? Ini harus selalu diingat, bahwa bukanlah kehendak Allah bahwa dunia harus benar-benar ditinggalkan, melainkan kehendak-Nya adalah ูุฏ ุฃููุญ ู
ู ุฒูุงูุง โSesungguhnya telah berhasillah barangsiapa yang memperbanyaknyaโ Orang yang berhasil hanyalah mereka menjaga diri mereka sendiri supaya tetap suci. Sucikanlah diri sedemikian rupa sehingga masalah-masalah [duniawi] ini tidak membuat kalian lalai dan kemudian dunia kalian akan menjadi tunduk pada agama. Manusia tidak diciptakan untuk dunia. Jika hati murni dan seseorang selalu penuh ghairat serta semangat untuk membuat Allah ridha maka dunia juga menjadi halal bagi orang itu. Perbuatan dinilai dari niatnya.โ Ini adalah kondisi yang setiap Ahmadi harus tanamkan. Saat kita telah berjanji untuk mendahulukan agama diatas hal-hal duniawi, itu menandakan bahwa hal-hal duniawi akan tunduk kepada agama. Beruntunglah orang di antara kita yang memiliki pandangan ini dan menjalani hidup mereka dengan itu. Melakukan baiat dan membangun masjid akan menjadi sia-sia tanpa itu, dan berlangsungnya Jalsah New Zealand ini juga akan sia-sia karena ini bukanlah pertemuan duniawi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan agama dan kebaikan rohaniah. Perubahan murni lebih dari sebelumnya harus ditanamkan dengan pembangunan mesjid baru. Ini juga insya Allah akan membuka jalan tabligh, jadi amalan kita harus dibentuk sesuai itu. Saya menarik perhatian Jemaat Selandia Baru dan organisasi Badan-Badan untuk tidak hanya mengandalkan cara-cara tabligh tradisional tetapi menemukan cara dan sarana baru untuk dipraktekkan dan memperkenalkan Islam sebanyak mungkin. Beliau bersabda bahwa liputan Maori TV pada acara mengenai terjemahan Al-Quran dalam bahasa Maori adalah sumber pengenalan Jemaat, dan peresmian masjid akan lebih meningkatkan pengenalan ini. Allah telah menyediakan pengaturan ini dan itu harus dibantu untuk penyebaran Islam demi meraih keridhaan Allah. Sementara memenuhi hak ibadah kepada Allah, juga menunjukkan akhlak yang tinggi, cinta, kasih sayang dan kerja sama sehingga benar-benar memperkenalkan Islam kepada orang-orang daerah setempat dan membantu menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam. Jika tekad kuat, bahkan Jemaat kecil pun dapat melakukan tugas ini. Masjid-mesjid Indah telah dilihat oleh Ahmadi di seluruh dunia melalui MTA. Mereka juga akan tertarik pada beberapa fakta dan pengetahuan tentang hal itu. Masjid ini dinamai Baitul Muqeet Rumah Allah, Yang Maha Menjaga dan lokasinya nyaman, dekat dengan stasiun kereta api dan jalan tol. Area di bawah dua hektar, dibeli pada tahun 1999, dan hall dibangun di sini yang digunakan sebagai pusat shalat. Selama perjalanan beliau pada 2006 Hadhrat Khalifatul Masih menyarankan untuk memperluas bangunan. Pembangunan dimulai pada bulan Juli 2012 dan selesai pada Agustus 2013. Masjid ini terdiri dari dua lantai. Menara 18,5 meter. Majlis Amilah Lokal Dewan Pengurus Jemaat Lokal menganggap masjid memiliki kapasitas 600 meter tetapi menurut saya mungkin dapat menampung 750 jamaah, dan 300 orang dapat mengerjakan shalat di bangunan lama, jadi jumlah total 1000 orang. Sebuah Langgar Khana juga telah dibangun. Seperti kebiasaan dalam Jemaat, kontribusi besar dilakukan untuk pembangunan masjid, perempuan memberikan perhiasan mereka dan anak-anak menyumbangkan uang saku mereka. Dikatakan bahwa pada dua titik selama pembangunan konstruksi tidak ada dana di rekening Jemaat pada akhir bulan, tetapi kontraktor harus dibayar. Majelis Amilah Nasional dan Badan-badan segera mengumpulkan dolar atau lebih untuk melakukan pembayaran. Dengan karunia Allah beberapa anggota membuat pengorbanan lebih dari dolar dan semua orang memberi sesuai dengan kemampuan mereka. Jemaat New Zealand kecil tetapi biaya pembangunan masjid besar sehingga anggota melakukan pengorbanan yang luar biasa. Semoga Tuhan memberikan banyak berkat pada semua orang yang memberikan pengorbanan, mereka yang tidak bisa memberikan finansial memberikan waktu mereka dan melakukan Waqari Amal. Semoga Tuhan meningkatkan ketulusan mereka dan menjaga generasi mereka berikutnya tetap terhubung kepada Jamaat Ahmadiyah dan meningkatkan iman mereka! Semoga mereka memenuhi hak-hak masjid dan juga mengisi rumah mereka dengan mengingat Allah. Semoga mereka dipenuhi dengan semangat memenuhi hak-hak umat manusia dan ditarik untuk menyebarkan pesan Islam sejati. Seperti disebutkan sebelumnya, ini adalah hari-hari Jalsah Selandia Baru, jadi perhatian istimewa harus diberikan kepada shalat selama Jalsah. Perlu berdoa agar Tuhan dapat membawa perubahan murni dalam diri kita semua, dan semoga hati kita memiliki rasa takut lebih besar kepada Allah, dan semoga perubahan murni menjadi bagian dari kehidupan kita, dan semoga semua peserta Jalsah menjadi penerima doa-doa Hadhrat Masih Mauโud as bagi mereka yang menghadiri Jalsah. [1] Dollar New Zealand. Mata uang Selandia Baru. [2] Islami Ushul ki Filasafi Filsafat Ajaran Islam, Ruhani Khazain, jilid 10, h. 414
Persekutuan yang hidup adalah persekutuan yang bertumbuh dalam Kristus, persekutuan yang dibaharui oleh Roh Kudus. Ibarat sebuah tanaman yang tumbuh subur, pasti daunnya hijau segar. Tanaman itu bertumbuh baik karena dirawat dengan baik, disiram secara rutin, diberi pupuk, tanahnya digemburkan. Jika ada hama penganggu seperti rumput liar, kutu putih harus dibersihkan. Begitu juga dalam persekutuan, Roh Kudus memangkas hama โ hama penganggu kebencian, dendam, irih hati, mau menang sendiri atau mau cari nama. Tanaman yang hidup dan bertumbuh dengan baik pasti akan menghasilkan bunga dan buah yang baik. Demikian halnya, persekutuan yang bertumbuh pasti menghasilkan buah yaitu karya โ karya berkat bagi sesama dan bagi kemuliaan nama Tuhan. Kuasa yang memberi pertumbuhan bagi persekutuan adalah Allah sendiri dalam Roh Kudus. Persekutuan yang menjadi teladan bagi kita, sebagai persekutuan yang ideal adalah jemaat mula โ mula sebagaimana terdapat dalam pembacaan kita, Kisah para rasul 241-47. Kita belajar dari pembacaan tadi dalam tema khotbah KUASA YANG MENUMBUHKAN. Kuasa yang menumbuhkan dalam jemaat mula โ mula dimulai dari karya Roh Kudus yang menjamah setiap hati. Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Ada pertumbuhan secara kuantitas dari segi jumlah. Semula berjumlah 12 murid di tambah beberapa perempuan dan keluarga Yesus, kemudian bertambah menjadi 120 orang lalu bertambah banyak lagi menjadi 3000 orang. Roh Kudus juga yang mempersatukan dan membangun. Jemaat mula โ mula itu bertumbuh bukan saja secara kuantitas tapi juga secara kualitas. Mereka melakukan Tri Panggilan Gereja Bersaksi, Bersekutu dan Melayani. Bersaksi dilakukan melalui tugas para Rasul. Para Rasul berbicara tentang perbuatan โ perbuatan besar Allah, mereka mengadakan banyak mujizat dan tanda. Bukan saja para Rasul yang bersaksi, jemaat mula โ mula juga bersaksi melalui cara hidup mereka. Mereka disukai banyak orang dan tiap โ tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka. Hari ini kita akan menyaksikan Peletakan 7 Batu Utama sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan Gedung Gereja baru di jemaat ini. Pembangunan Gereja Baru adalah sebuah kesempatan bagi jemaat untuk bersaksi tentang Tuhan. Maka bersaksilah sebagai jemaat yang sehati bekerja. Sidang Sinode adalah kesempatan bagi kita di Waropen untuk bersaksi tentang Tuhan. Jemaat โ jemaat yang sedang membangun, panitia, klasis, pemerintah dan semua yang bekerja keras. Kita bekerja karena kita tahu bahwa Sidang ini adalah berkat bagi Waropen bukan beban. Maka bekerjalah dengan sukacita. Bersihkan hama โ hama penganggu dari dalam diri seperti rasa malas, rasa acuh. Pangkas juga hama โ hama penganggu dari luar yang membuat kita ragu dan pesimis, yang memecah bela kita dan buat kita tidak fokus menyambut berkat besar itu. Waktunya semakin dekat, iblis juga bekerja semakin keras. Maka hanya kuasa Roh Kudus saja yang dapat menumbuhkan. Jemaat mula โ mula itu setia bersekutu. Mereka bertekun dalam pengajaran, mereka berkumpul tiap โ tiap hari dalam Bait Allah, mereka berkumpul secara bergilir di rumah masing โ masing untuk memecahkan roti dan berdoa. Mereka hidup rukun, makan bersama โ sama dengan gembira dan tulus hati dan selalu memuji โ muji Allah. Bertekun artinya rajin, giat, bersungguh-sungguh, dan disiplin. Jadi bukan pas ada waktu, bukan model pasang surut. Koinonia di dalam gereja bukan hanya sekedar orang berkumpul tetapi menjadi persekutuan orang-orang percaya yang dipersatukan karena meresponi anugerah keselamatan yang Allah berikan melalui Tuhan Yesus. Bagaimana dengan persekutuan kita sekarang? Adakah karena beban ekonomi kita lupa bersekutu? Jemaat mula โ mula menjalankan panggilan berdiakonia dengan saling berbagi, menjual hak miliknya untuk menopang persekutuan, saling memperhatikan dan saling menolong. Setiap orang memiliki sikap murah hati dan bukan egois. Orang yang hidupnya dikuasai oleh Roh Kudus tidak akan lagi mengganggap hal โ hal dalam dunia ini terlalu berharga. Yang penting adalah kebersamaan dan bukan keuntungan yang bisa kita peroleh. Tuhan menghendaki kita saling berbagi, menopang untuk pekerjaan pembangunan dan untuk pekerjaan Tuhan. Kuasa yang menumbuhkan adalah kuasa dalam karya Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus memungkinkan kita semua bergandengan tangan bersama untuk mewujudkan damai sejahtera Allah. Tetap lakukan kebaikan dan menundukkan diri pada otoritas firman-Nya yang sanggup mengubah hati yang egois menjadi peduli pada orang lain. Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita. Berilah hidup dan persekutuan dibaharui oleh Roh Kudus. KuasaNya memberi pertumbuhan. Oleh kuasa Roh Kudus pembangunan Gereja Baru akan diselesaikan dan Sidang Sinode sukses di Waropen sebagai karya dan persembahan kita bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin. Tuhan memberkati. Selamat Hari Minggu.
๏ปฟSaudara-saudara, apakah salah jika kita membuat gedung gereja atau tempat persekutuan atau ruang ibadah kita menjadi lebih baik? Kelirukah kalau gedung gereja kita dibuat indah dan megah? Salah jugakah kalau gedung gereja kita sangat sederhana?Apakah kemudian pembangunan fisik gereja merupakan hakikat dari keinginan Allah bagi gereja kita? Pembangunan seperti apa sesungguhnya yang dirindukan Allah dalam gereja kita? Saudara-saudara, Allah menghendaki kita memperhatikan pembangunan gerejaNya. Pembangunan ini bukan hanya menyangkut pembangunan fisik gedung gereja tetapi lebih dan terutama pada pembangunan spritual jemaatNya. Saudara-saudara paling tidak ada dua sikap Allah terhadap pembangunan gereja. Yang pertama Allah membenci umat yang mengabaikan pembangunan baitNya. Saudara-saudara, kadang kita enggan mendukung pembangunan gereja karena berpendapat bahwa gereja bukanlah gedungnya tetapi gereja adalah orangnyaโ. Saudara-saudara, apakah benar kita tidak usah membangun gereja berdasarkan pandangan tersebut? apakah yang Allah mau sebenarnya? Saudara-saudara, Hagai adalah seorang Nabi Tuhan, yang diberi tugas menyampaikan isi hati Tuhan pada umatNya. Tugas Hagai secara khusus adalah untuk mendorong atau memotivasi umat untuk membangun bait Tuhan yang masih reruntuhan. Di ayat 16-18, Hagai mengajak umat melihat bagaimana pada masa lampau Allah menghukum mereka karena mereka mengabaikan pembangunan bait Tuhan. Kalimat โsebelum ditaruh batu demi batu untuk pembangunan bait Tuhanโ menunjuk pada periode dimana pembangunan diabaikan. Allah menyindir mereka dengan keras di 14 โApakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang sudah dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?โ Sikap umat yang mengabaikan pembangunan ini, membuat Tuhan menghukum mereka dengan hama, penyakit gandum serta hujan batu. Hal ini manghancurkan panenan mereka, sehingga mereka hanya memperoleh sedikit sekali. Dan Tuhan tidak melepaskan mereka, sampai mereka membangun baitNya. Saudara-saudara, mengapa bait Tuhan begitu penting bagi Allah untuk dibangun??? Dalam Habakuk 220 ditulis โtetapi Tuhan ada di dalam baitNya yang Kudusโ, sehingga dapat dikatakan bahwa bait Tuhan adalah tempat Tuhan menyatakan diriNya, tempat dimana Tuhan dimuliakan. Sehingga pada hakekatnya pengabaian pembangunan bait Tuhan adalah pengabaian Tuhan sendiri. Di ayat 18 ditulis โnamun kamu tidak berbalik kepadaKuโ. Ayat ini menunjukkan bahwa ketidakpedulian mereka pada bait Tuhan pada dasarnya karena mereka telah mengabaikan Tuhan. Hidup mereka tidak mengutamakan Tuhan lagi. Saudara-saudara, dalam PB, Paulus melengkapi makna bait Tuhan dengan mengatakan โtidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allahโ dan juga berkata โtubuh adalah bait Roh Kudusโ. Paulus melihat bahwa bait Tuhan tidak semata-mata sebuah bangunan fisik lagi tetapi pada hakekatnya adalah kehidupan umat Tuhan yang didalamnya Tuhan dinyatakan, kehidupan dimana Tuhan harus diutamakan. Saudara-saudara ingat kisah Ananias dan Safira. Ia memberi persembahan pada para rasul, bisa dikatakan mereka mendukung atau mensupport gereja waktu itu. Tetapi apa yang terjadi, mereka tidak jujur dihadapan Tuhan, hatinya terarah pada harta. Dan Tuhan akhirnya menghukum mereka. Demikian juga dengan Saul yang lebih mendengar suara rakyat dari pada suara Tuhan. Ia tidak membunuh beberapa hewan orang Amalek yang Tuhan perintahkan dengan dalih untuk mempersembahkannya pada Tuhan. Saul mengabaikan perintah Tuhan sehingga Tuhan murka padanya. Persoalan utama mereka bukanlah pada kontribusi mereka pada bait Tuhan atau gereja tetapi pada kehidupan yang tidak mengutamakan Tuhan. saudara-saudara, kalau kita mencermati pembakaran dan penghancuran gereja di Indonesia, tercatat bahwa sampai pada masa pemerintahan Gus Dur, gereja yang dibakar telah mencapai kurang lebih 1000 gereja. Saudara-saudara, di satu sisi kita akui bahwa hal ini merupakan penganiayaan terhadap gereja. Tetapi di sisi yang lain pembakaran gereja bisa saja merupakan suatu peringatan Tuhan atas gereja yang telah bergeser dari pertumbuhan sejati menjadi pertumbuhan fisik atau gedung semata. Kira-kira sama seperti Tuhan menyerahkan mereka ke tangan bangsa Babel karena mereka telah mengabaikan Tuhan. Hal ini bukan tanpa alasan melihat arah pergerakan gereja yang lebih konsentrasi dengan komunitas sendiri, gereja tidak lagi menyuarakan isi hati Tuhan yang sesungguhnya bagi bangsa ini. IKLAN Saudara-saudara, kita juga perlu waspada agar kita jangan sampai mengabaikan pembangunan bait Tuhan baik esensinya maupun secara fisik. Kita sebagai komunitas orang percaya perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada pembangunan fisik semata dan melupakan pembangunan pribadi orang-orang dalam gereja untuk tetap tertuju pada Tuhan. Kita adalah hamba Tuhan yang nantinya berperan penting dalam gereja. Kita harus melatih diri untuk memperhatikan kehidupan jemaat agar tetap mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka dan di sinilah tempat kita melatih diri. Saudara-saudara jangan abaikan rekan-rekan di sekeliling kita yang bergumul untuk membangun baitNyaโ, bantu rekan-rekan kita, dukung mereka. Mungkin mereka bergumul tentang firman Tuhan, atau ketika mereka melakukan kesalahan atau dosa bantu dia untuk kembali bangun persekutuan dengan Tuhan. Mungkin mereka berduka, kesulitan keuangan, mulai undur dan meragukan panggilan. Saudara-saudara, jangan abaikan mereka, dukung mereka dalam doa, kuatkan mereka. Tanyakan โapa yang menghambatnya dalam pembangunan bait Tuhan?โ dan tolonglah mereka untuk tetap utamakan Tuhan. Saudara-saudara, pembangunan hidup sebagai bait Tuhan bukan berarti mengabaikan pembangunan fisik juga. Kita perlu untuk membangun bait Tuhan atau tempat ibadah secara fisik. Jangan mengabaikan pembangunan di gereja atau di pos pelayanan SM, berkontribusilah! Mendoakan, mendukung dana. Juga terlibat aktif dalam pemeliharaannya. Misalnya melihat sampah berserakan di gereja atau pos pelayanan, bangku-bangku SM yang berdebu, bersihkanlah. Meski ini tugas yang sederhana tetapi Tuhan mau kita jangan mengabaikannya. Sikap Allah yang kedua Allah memberkati orang yang membangun baitNya. saudara-saudara ketika kita taat dan memperhatikan pembangunan bait Tuhan, maka Allah akan memberkati kita dan bersungguh-sungguh terlibat di dalamnya. Saudara-saudara, di bagian yang kita baca ay 19-20. Di sana dinyatakan bahwa pada hari Israel mulai membangun, pada saat itu Tuhan memberkati mereka. โapakah benih masih tersimpan dalam lumbung?โ Merupakan suatu pertanyaan untuk mengarahkan Israel untuk melihat benih yang mereka telah tanam, yang tidak lagi dalam lumbung beberapa bulan lagi akan dipanen. Demikian juga โapakah pohon anggur, ara, delima dan zaitun belum berbuah?โ Hagai mengajak mereka melihat ke depan memandang berkat Tuhan yang menanti. Tak ada lagi hama, tak ada lagi hujan batu, tak ada lagi kutukan, pohon-pohon ini akan menghasilkan buah. Allah meyakinkan mereka bahwa panen tahun ini akan berlimpah. Allah sedang memberkati mereka. Panen mendatang adalah panen yang penuh dengan kelimpahan. Allah memberkati mereka karena mereka berbalik kepada Allah dan memperhatikan pembangunan baitNya. Saudara-saudara ketika bait suci dibangun pada zaman Ezra, Allah begitu memberkati orang-orang yang membangunnya. Pembangunan ini coba dihambat oleh musuh Israel tetapi Allah campur tangan. Ia memakai Koresh dan Darius untuk menjadi berkat untuk Israel menyelesaikan pembangunan bait Tuhan. Saudara-saudara, demikian juga dengan jemaat mula-mula. Mereka sungguh-sungguh memperhatikan pembangunan bait Tuhan, dalam arti umat Tuhan. Allah memberkati mereka dengan menambahkan terus jumlah mereka dengan orang-orang percaya bahkan menggerakkan orang-orang untuk memberi persembahan mendukung gereja Tuhan waktu itu. Saudara-saudara jelas bahwa Allah memberkati orang yang membangun baitNya. Saudara-saudara, Alkitab telah menunjukkan bahwa ketika orang-orang percaya rindu dan terlibat dalam pembangunan bait Tuhan atau gereja Tuhan, baik secara fisik dan terutama spiritual maka berkat Allah dicurahkan atas mereka. marilah kita sungguh-sungguh memperhatikan pembangunan bait Tuhan. Perhatikanlah gereja atau persekutuan tempat kita melayani sisi manakah yang perlu kita ubah, mana yang perlu dikembangkan. Misalnya kondisi fisiknya, dengan berusaha menjadikan tempat ibadah kita bersih, nyaman memuji Tuhan, saya pikir orang akan senang beribadah di gereja tersebut. Saudara coba perhatikan gereja-gereja dengan jumlah jemaat yang besar, maka saudara akan melihat bahwa gereja tersebut pada satu sisi adalah gereja yang nyaman lingkungannya, bersih, megah, indah sehingga orang senang beribadah di sana. Hal ini tentu saja menjadi tantangan buat kita untuk memperhatikan sungguh-sungguh kondisi fisik gereja kita. Bukan itu saja, saudara-saudara, kita juga perlu memperhatikan kehidupan jemaat sebagai bait Tuhan. Saudara-saudara memang bukalah hal yang mudah kehidupan spiritual jemaat atau anak SM yang kita layani, kita harus memberi waktu untuk komunikasi dengan mereka untuk sungguh-sungguh memahami pergumulannya, berdoa bagi dia dan bahkan tidak jarang harus mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan mereka, membeli renungan harian atau buku-buku rohani yang dapat menolong mereka untuk membangun hidup kerohanian mereka. Tidak mudah saudara. Tetapi percayalah berkat Allah sedang dicurahkan atas kita. Tuhan melihat kesungguhan dan perhatian kita dan Ia memberkati kita. Penutup Saudara-saudara, esensi pembangunan gereja Tuhan adalah pembangunan hidup kita yang mengutamakan Tuhan, tetapi tentu saja tidak mengabaikan pembangunan fisik gereja tempat kita beribadah. Allah akan membenci orang yang mengabaikan pembangunan gerejaNya sebaliknya memberkati orang yang terlibat dalam pembangunan itu. Ketika pembangunan baitNya kita sungguh gumuli, perhatikan dan lakukan maka berkat Allah akan dinyatakan bagi kita seperti janjiNya โAku akan memberi berkatโ. Amin.
khotbah pembangunan gedung gereja