26Kode dan Jalur Pete-Pete Kota Makassar yang Harus Anda Ketahui 20 Mar, 2021. 2020. Logo Kampus di Makassar 15 Apr, 2020. 110 Daftar Kampus yang Ada di Makassar Peta Makassar Versi Lama dan Terbaru Serta Keadaan Geografis Kota Daeng 09 Aug, 2019. PSM Makassar Juara di Hati Rakyat, Hari ini Pawai
Harusnyaitu, bus hilangkan trayek yang mengambil jalur pete-pete," ujar Roy di lokasi demonstrasi, Rabu. Roy mengatakan, para sopir angkot di Kota Makassar menuntut Pemprov Sulsel agar hentikan trayek bus Mamminasata. Para sopir angkot di Makassar ini pun mengancam akan menurunkan massa lebih banyak lagi jika permintaannya tidak dipenuhi.
Petepete adalah tulang punggung utama transportasi penduduk kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Bus kota hanya melayani satu jalur, itupun dengan kondisi yang kurang nyaman. Beberapa tahun lalu jalur bus kota masih ada 3 buah, tapi pengaruh "kekuatan" pete-pete tampaknya sangat kuat sehingga bus kota kemudian tergusur dan hanya menyisakan
Sabtu 24 Oktober 2015. Pete-pete merupakan sebutan dari angkutan umum yang ada di kota Makassar. Pete-pete di Makassar berwarna biru muda, sehingga terlihat "ngjreng" di jalan-jalan kota. Pengalaman selama di Makassar, Pete-pete ini sangat membantu saya untuk menuju beberapa destinasi wisata Makassar dan sekitarnya.
Petepete (angkot) Pete-pete merupakan nama lain angkutan umum (angkot) di kota Makassar. Jika dari bandara ingin naik pete-pete (angkot) maka biayanya lebih murah lagi hanya dengan merogoh kocek Rp 5000,- sekali naik pete-pete (angkot). Caranya apabila anda sudah tiba di bandara langsung menaiki shuttle bus keluar bandara dan turun di jalan
Panduanmengetahui jalur dan halte bus Maminasata di Makassar. Peta Makassar Panduan menjelajahi setiap sudut Kota Makassar dan sekitarnya. About; Archives; Search; Mode Gelap; 26 Kode dan Jalur Pete-Pete Kota Makassar yang Harus Anda Ketahui. Cara Naik Bus DAMRI Makassar dari Kota ke Bandara Hasanuddin
IHoKh. MAKASSAR, Sejumlah sopir angkutan umum yang biasa disebut pete-pete berdemonstrasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 15/12/2021. Mereka memprotes dioperasikan kembali bus trayek Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar Mamminasata yang baru diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Akibat demonstrasi yang melibatkan sejumlah mobil angkutan kota ini terjadi kemacetan di Jalan Trans Sulawesi. Baca juga Makassar Belum BIsa Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun, Ini Sebabnya Roy, salah satu sopir trayek Daya - Sentral, mengaku semakin hilang pendapatan akibat munculnya Bus Maminasata. “Kami kehilangan penghasilan, apalagi kondisi pandemi kaya begini. Harusnya itu, bus hilangkan trayek yang mengambil jalur pete-pete,” ujar Roy di lokasi demonstrasi, Rabu. Roy mengatakan, para sopir angkot di Kota Makassar menuntut Pemprov Sulsel agar hentikan trayek bus Mamminasata. Para sopir angkot di Makassar ini pun mengancam akan menurunkan massa lebih banyak lagi jika permintaannya tidak dipenuhi. “Carimi trayek lain kodong kasihan, jangan membunuh kami pela-pelan kasihan,” ujarnya lirih. Baca juga Pengantar Jenazah Rusak Mobil dan Keroyok Dosen ATIM Makassar, 4 Ditangkap Sebelumnya, Pelaksana Tugas Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, meluncurkan layanan Teman Bus melalui Program By The Service pada Trans Mamminasata, di Kawasan Center Point of Indonesia CPI, Makassar sejak Sabtu 13/11/2021. Andi Sudirman meyakini, pengoperasian transportasi Bus Trans Mamminasata dengan skema By The Service ini tidak akan mangkrak seperti pelaksanaan pengoperasian Bus Rapid Transit BRT beberapa tahun lalu. Dia mengungkapkan, pengelolaan Bus Trans Mamminasata lebih kuat dengan adanya dukungan dari kementerian, pemerintah daerah dan juga dari pihak ketiga.
Angkot atau Pete-pete transportasi umum di - Pete-pete adalah salah satu mode Transportasi lokal kota Makassar. Menurut sejarah asal mula sebutan pete-pete berasal dari uang receh pecahan dan 10,- yang digunakan oleh para penumpang untuk membayar jasa sang supir. Lambat laun, istilah pete-pete tidak lagi menjadi nama uang logam minim harga, melainkan menjadi sebentuk kendaraan roda empat yang umum dipakai warga menyusuri kota perkembangan zaman dimana di era yang sekarang ini mode transportasi berbasis online semakin marak sehingga muncul ketimpangan harga yang begitu besar di antara angkutan umum konvensional Pete-pete dan transportasi yang berbasis online. Hal ini diungkapkan oleh Ardi 28 yang mengeluhkan pendapatan yang sudah berkurang dari tahun sebelumnya."Kalau banyak lagi penumpang yah dapat Rp 50 Ribu , kalau ada yang carter yah biasa dapat Rp100 Ribu, bedami sekarang tidak kaya dulumi yang biasa dapat Rp 150 Ribu sampai Rp 200 Ribu per hari." kata Ardi sopir pete-pete jurusan Perumnas Antang- Makassar Mall itu. Hal serupah diungkapkan Andri 48 jurusan Makassar Mall, Daya, Sudiang menurutnya jika dirinya sudah pasrah pasalnya dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan maraknya angkutan online ini."Pasrah mamiki karena mau apalagi. kalau ada penumpang yang berdiri-berdiri di pinggir jalan pake hp nda di ambilmi karena pasti tunggui taksi online. Semoga pemerintahan yang baru bisa lebih baik, " ucapnya sambil memperbaiki mobilnya pete-pete yang lagi mogok, Sabtu 16/3.Menurut Adi Sumandiyar, Ketua Prodi Sosiologi Universitas Sawerigading UNSA Makassar, jika ada perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang meliputi nilai-nilai sosial, lembaga-lembaga sosial, atau perilaku-perilaku sosial. "Menurunnya tingkat pendapatan sopir pete-pete atau angkutan umum itu karena dipengaruhi adanya perubahan-perubahan struktur dalam tata nilai sosial, dimana masyarakat sudah mengadopsi bahkan mencaplok budaya globalisasi di dalam kehidupan sehari-harinya. "Terangnya Lanjut dijelaskan jika perilaku masyarakat saat ini cenderung instan dan termodernisasi dengan sendirinya."Kita melihat bahwa pete-pete yang hanya mempunyai sarana-prasarana yang sangat terbatas utamanya dari segi fasilitas kendaraannya maka dari itu masyarakat cenderung lebih memilih kepada mode transportasi yang lebih dinamis misalnya transportasi online mobil atau motor yang didukung oleh fasilitas-fasilitas teknologi smartphone. Mereka tinggal pesan dimana lokasi dia akan dijemput," jelasnya.
- Seratusan supir Angkutan Kota Angkot menggelar aksi mogok memprotes kehadiran angkutan massal Trans Maminasata Bus atau Teman Bus yang kini beroperasi. Karena dinilai mengambil trayek dan penumpang di jalur Angkot hingga menutup mata pencaharian supir, pada beberapa rute di Makassar, Sulawesi Selatan. "Kami hanya menuntut keadilan. Para supir sudah punya izin trayek, salah satunya jalur Daya dan Kampus Unhas, kenapa mau diambil lagi trayek sama Bus Maminasata," ungkap Koordinator Lapangan aksi, Sukri, di depan simpang tiga, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu 15 Desember 2021. Ia mengemukakan, di tengah kondisi serba sulit, penumpang semakin berkurang ditambah operasional Teman Bus, maka secara tidak langsung mematikan pendapatan para supir. Baca JugaWarga Makassar Kembali Jadi Korban Keganasan Pengantar Jenazah Aksi mogok massal tersebut, kata dia, sebagai bentuk protes kepada Dirjen Perhubungan Darat melalui Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel karena diberikan izin Teman Bus untuk beroperasi pada semua trayek yang ada. "Ada keluarga mau dihidupi, disejahterakan. Kalau mau beri subsidi jangan ke orang lain, langsung ke rakyat, pilih rakyat atau kapitalis. Ini kapitalis, diberikan ke pengusaha besar, tentu mau juga keuntungan besar. Kita masyarakat kecil tambah kecil, mereka tambah besar," paparnya menegaskan. Dengan adanya program pemerintah menghadirkan Teman Bus yang mengandeng investor swasta diketahui PT Borlindo dan Sinar Jaya pengusaha Otobus tentu berdampak dan merugikan para supir angkot ditengah sulitnya keadaan. Kendati demikian, pihaknya tidak pernah menolak program pemerintah, selagi tidak merugikan rakyat kecil. "Berikan kami solusi, bagaimana rakyat kecil tidak terdampak mata pencahariannya. Kami tidak pernah melarang mereka beroperasi, tapi jangan ambil jalur trayek kami, karena sudah lama kami cari rezeki disitu," bebernya. Sukri menambahkan, angkot dikenal masyarakat Makassar Pete-pete beroperasi di sejumlah trayek, termasuk jalur Kampus Unhas, sudah banyak orang jadi sarjana. Angkot Pete-pete telah menjadi sejarah bagi orang-orang yang sudah sukses. Baca JugaPengusaha Minta Penambahan Kapal di Pelabuhan Makassar "Orang sampai sarjana karena jasa Pete-pete. Kami minta Bus ini ambil rute yang tidak jalur dilalui Pete-petenya," ucap Sukri menegaskan disela aksi mogok tersebut. Sejauh ini, permasalahan berkaitan dengan aksi mogok para supir angkot tidak menerima operasional Teman Bus sejak beberapa hari lalu, menemui jalan buntu. Bahkan beberapa kali pertemuan perwakilan supir dengan Dinas Perhubungan setempat, tidak menemukan solusi. Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dishub Sulsel Prayudi Syamsibar belum merespons perihal aksi mogok para supir angkot Pete-pete. Meski demikian, pihaknya masih terusbmencari solusi terbaik agar semua pihak sama-sama diuntungkan. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meluncurkan pengembangan angkutan massal di kawasan perkotaan dinamakan Teman Bus. Sebagai program pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan di wilayah perkotaan dengan skema Buy The Service BTS. Konsep BTS berbasis aplikasi ini didukung oleh manajemen pengelola dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi yang meliputi beberapa sistem. Seperti, sistem operasional, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan keuangan dan sistem SDM yang didukung dengan digitalisasi secara real time untuk menuju angkutan umum yang lebih profesional. Antara
Makassar - Agar orang mau menggunakan transportasi umum, harus ada mobil atau transportasi yang canggih. Hal ini coba yang dilakukan di Kota Makassar Ramdhan Pomanto meluncurkan prototipe mobil angkutan kota Smart di Makassar disebut Pete-pete, di anjungan Pantai Losari, Senin 12/12/2016 Pete-pete Smart ini dilengkapi Wi-fi, televisi dan penyejuk udara, dengan kapasitas 12 penumpang duduk, 4 berdiri dan 1 untuk kursi roda. Menurut Wali Kota yang akrab disapa Danny ini, Pete-pete smart ini dipersiapkan untuk peremajaan angkot/pete-pete yang beroperasi saat ini. "Pete-pete Smart ini berteknologi canggih, lampunya bertenaga matahari, mesinnya cc, penumpangnya bisa sambil kerja di atas Pete-pete, biayanya lebih murah, aman dan nyaman dibandingkan orang naik motor, tiketnya kita perkirakan Rp dengan konsep 1 tiket untuk satu hari dan semua jalur," ujar menyebutkan, saat ini Pete-pete Smart masih dalam tataran konsep yang sedang diuji coba terus-menerus, sebelum diberlakukan tahun depan. "Tahun depan kita akan siapkan 10 unit, ini merupakan bagian dari peremajaan Pete-pete yang ada saat ini, nantinya kita harapkan semua pemilik angkot dan anggota Organda di Makassar mengganti armadanya dengan Pete-pete smart," tambah Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said menyebutkan tahun depan pihaknya akan meluncurkan 10 unit Pete-pete Smart dengan anggara APBD Makassar untuk proses uji coba jalur."Tahun depan masih tahap sosialisasi, perkenalan ke masyarakat transportasi dan masyarakat umum, belum dioperasionalkan," pungkas peluncuran prototype Pete-pete Smart ini dilakukan Danny dengan berkeliling kota dan finish di Anjungan Pantai Losari. Saat tiba di Pantai Losari, sempat terjadi insiden kepulan asap putih dari bagian radiator. Namun aksi ini tidak mengganggu prosesi peluncuran prototype Pete-pete smart ini. mna/ddn
MAKASSAR - Ketua Organisasi Angkutan Darat Organda Kota Makassar, Zainal Abidin mengatakan, jumlah angkutan kota, atau Pete-pete yang beroperasi di Makassar saat ini sebanyak unit. Jumlah tersebut diketahui berkurang, jika dibanding dengan yang terdaftar dalam data administratif Organda Makassar, yakni sebanyak unit. "Hanya sekitar unit pete-pete yang masih aktif. Terdiri atas 17 jalur trayek, dan 14 perusahaan pete-pete," kata Zainal Abidin kepada Jumat 15/3/2019. Zainal menambahkan, berkurangnya pete-pete di Makassar turut dipengaruhi semakin berkurangnya penumpang moda transportasi konvensional tersebut. Hal tersebut memang menjadi keluhan sejumlah sopir pete-pete di Makassar saat ini. "Banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi online. Pete-pete kita juga banyak yang tidak bisa bersaing dengan pelayanan angkutan online itu," ujarnya. Makanya, kata dia, pete-pete wajib memperbaiki pelayanannya kepada penumpang. Termasuk melakukan inovasi agar penumpang dapat melirik kembali moda transportasi tersebut. "Untuk saat ini, trayek yang masih ramai penumpang, seperti Sudiang, Antang dan Cendrawasih. Makanya harapan kami, pete-pete memperbaiki pelayanan, agar tidak kalah dengan pelayanan angkutan online," tutupnya.* Laporan Wartawan Tribun Timur, amir_eksepsi Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur
jalur pete pete makassar