PPh25 bagi OPPT = 0,75% x omzet bulanan tiap masing-masing tempat usaha. Wajib Pajak Orang Pribadi Selain Pengusaha Tertentu (WP - OPSPT), yaitu pekerja bebas atau karyawan, yang tidak memiliki usaha sendiri. PPh 25 bagi OPSPT = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh (12 bulan). Jakarta- Pemerintah memberikan diskon pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 3 persen kepada emiten yang memiliki porsi saham publik minimal 40 persen. Dengan kebijakan itu, emiten yang tadinya harus membayar PPh badan 22 persen turun tinggal 19 persen. np w p kantor akuntan publik : nama akuntan publik : n p w p akuntan publik : nama kantor konsultan pajak : penghasilan usaha : a. penyalur / dealer / agen produk bbm (3) identitas 4. 5. tahun pajak lampiran - iv dasar pengenaan pajak pph final dan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak No2/MBU/06/2016. Berdasarkan Permen BUMN tersebut, penetapan penghasilan berupa gaji atau honorarium, tunjangan dan fasilitas yang bersifat tetap serta penghasilan berupa tantiem/insentif kinerja yang bersifat variabel dilakukan dengan mempertimbangkan faktor skala usaha, kompleksitas usaha, tingkat inflasi, kondisi dan Syaratpendirian Kantor Jasa Akuntansi diatur pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara, yaitu: Pasal 9. (1) Akuntan dapat mendirikan Kantor Jasa Akuntansi. (2) Kantor Jasa Akuntansi memberikan jasa akuntansi seperti jasa pembukuan, jasa kompilasi laporan keuangan, jasa manajemen ketelitianperhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan, catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji. Penghargaan atas kinerja karyawan diberikan melalui gaji. Gaji merupakan imbalan jasa atas usaha atau kerja yang telah dilakukan 0JYCx4. This study aims to obtain a valid and reliable knowledge on how the Public Accounting Firm prepares fiscal financial statements by using worksheet. This research uses descriptive qualitative method that is method which aims to describe and explain data or events with qualitative explanation sentences. The qualitative research method emphasizes on observational research methods in the field. In calculating corporate tax payable, corporate income statement is needed to calculate how much earnings before taxes obtained by the company in the current year. After that, we can calculate the company's income tax payable. However, there are some differences between commercial income statement and the fiscal loss statement. So that a fiscal reconciliation is required. The fiscal reconciliation is made to make the commercial income statement in accordance with the provisions for taxation. So, it would be accepted as an income statement which is in accordance with tax rules and then it can be used for calculating income tax. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Ekspansi Vol. 9, No. 2 November 2017, 199 – 216 ANALISIS DESKRIPTIF ATAS KERTAS KERJA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL OLEH KANTOR AKUNTAN PUBLIK “X” Arry Irawan Politeknik Negeri Bandung Setiawan Politeknik Negeri Bandung setiawan Fiesty Utami Politeknik Negeri Bandung fiesty042 Abstract This study aims to obtain a valid and reliable knowledge on how the Public Accounting Firm prepares fiscal financial statements by using worksheet. This research uses descriptive qualitative method that is method which aims to describe and explain data or events with qualitative explanation sentences. The qualitative research method emphasizes on observational research methods in the field. In calculating corporate tax payable, corporate income statement is needed to calculate how much earnings before taxes obtained by the company in the current year. After that, we can calculate the company’s income tax payable. However, there are some differences between commercial income statement and the fiscal loss statement. So that a fiscal reconciliation is required. The fiscal reconciliation is made to make the commercial income statement in accordance with the provisions for taxation. So, it would be accepted as an income statement which is in accordance with tax rules and then it can be used for calculating income tax. KeywordsWorksheet, Public Finance Report, Public Accounting Firm Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang valid dan dapat dipercaya mengenai bagaimana kita memahami kertas kerja yang dibuat oleh Kantor akuntan Publik dalam menyusun laporan keuangan fiskal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif. Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan. Dalam menghitung pajak penghasilan terutang badan, diperlukan laporan laba rugi perusahaan untuk mengetahui berapa laba sebelum pajak yang didapatkan perusahaan pada tahun berjalan untuk dihitung berapa pajak penghasilan terutang perusahaan tersebut. Dikarenakan adanya perbedaan standar antara laporan laba rugi komersial dengan laporan laba rugi fiskal, maka diperlukan rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal dilakukan agar laporan laba rugi komersial sesuai ketentuan perpajakan, sehingga dapat diterima sebagai laporan laba rugi yang sesuai aturan perpajakan dan dapat digunakan untuk menghitung PPh Badan Terutang. Kata Kunci Kertas Kerja, Laporan Keuangan Publik, Kantor Akuntan Publik 200 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara berkembang yang pernah mengalami masa-masa keemasan “oil booming” pada beberapa dasawarsa lalu. Pada masa itu penghasilan terbesar berasal dari sektor minyak dan gas. Namun masa itu telah berlalu dan sebagai komoditas yang tidak terbarukan, masa itu tidak akan terulang kembali. Saat ini yang menjadi sumber penghasilan negara yang terbesar adalah dari sektor perpajakan. Sebagai sumber penghasilan terbesar bagi negara, Indonesia wajib untuk mengamankan sektor perpajakan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan roda pembangunan nasional tetap berjalan optimal. Tahun 1984, Indonesia melakukan reformasi dalam sektor perpajakan. Sistem perpajakan yang pada awalnya menerapkan official assessment system, diganti dengan self assessment system. Dalam self assessment system ini, tanggung jawab perpajakan lebih dititikberatkan pada peran serta dan kesadaran dari wajib pajak. Wajib pajak diberikan kepercayaan, wewenang dan tanggung jawab oleh negara agar senantiasa memiliki kemampuan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, melaporkan aktivitas perpajakannya serta bertanggung jawab penuh atas hal-hal yang dicantumkan oleh wajib pajak melalui Surat Pemberitahuan SPT Tahunannya. Secara hukum formal, definisi pajak dicantumkan dalam Undang-undang nomor 16 tahun 2009 tentang Ketentuan Umum Perpajakan KUP, yang menyebutkan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh Orang Pribadi, Badan dan Bentuk Usaha Tetap yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang tanpa mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara dan bagi sebesesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak yang dipungut oleh Pemerintah ada beberapa macam jenisnya. Yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penghsailan dari sektor perpajakan adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan menjadi pajak yang kewenangan pemungutannya berada di tangan pemerintah pusat, salah satu alasannya adalah agar hasil dan penyebarannya diharapkan dapat lebih adil dan merata. Secara hukum formal, definisi pajak penghasilan dicantumkan dalam Undang-undang no. 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan, yang menyebutkan bahwa pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh baik oleh Orang Pribadi, Badan maupun Bentuk Usaha Tetap yang dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan dengan nama dan bentuk apapun. Dengan demikian dapat diketahui bahwa yang menjadi subjek pajak penghasilan adalah orang pribadi, Badan, Bentuk Usaha Tetap dan warisan yang belum terbagi WYBT. Fokus pada penelitian kali ini adalah pajak penghasilan Badan, yaitu pungutan atas penghasilan yang diperoleh atau diterima oleh sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan usaha baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan kegiatan usaha yang mliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, BUMN, BUMD badan usaha dengan nama dan bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, Ekspansi 201 yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya. Pada akhir tahun perusahaan akan melaporkan aktivitas usahanya selama satu periode operasional dengan cara menyusun laporan keuangan, yang terdiri atas Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba/ Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan yang berhubungan langsung nilai besaran pajak yang harus dibayar oleh perusahaan adalah Laporan Laba/rugi, karena dalam laporan tersebut akan diketahui apakah perusahaan mengalami Laba atau rugi pada tahun yang sedang berjalan ini, jika laba maka akan dihitung berapa penghasilan kena pajaknya dan pajak terutangnya pada tahun berjalan tersebut. Namun pada kenyataannya, Laporan Laba/rugi yang disusun oleh perusahaan biasanya disusun hanya semata-mata hanya mendasarkan pada ketentuan yang diatur berdasarkan pada prinsip akuntansi yang berlaku umum, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK dan mengabaikan ketentuan dalam penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan Undang-undang Perpajakan. Laporan Laba/Rugi yang disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK biasa disebut Laporan Laba/Rugi komersil, sedangkan Laporan Laba/Rugi yang disusun berdasarkan Undang-undang Perpajakan biasa disebut Laporan Laba/Rugi fiskal. Laporan Laba/Rugi fiskal inilah yang dijadikan dasar oleh Kantor Pelayanan Pajak untuk menentukan berapa penghasilan kena pajaknya dan pajak terutangnya suatu perusahaan pada tahun berjalan, bukan laporan Laba/rugi komersial. Perbedaan antara laporan Laba/rugi komersial dengan laporan Laba/rugi fiskal ada yang bersifat tetap dan ada yang bersifat sementara. Tidak ada yang salah dengan laporan Laba/rugi komersil yang disusun oleh perusahaan, yang diperlukan hanyalah penyesuaian diantara kedua laporan Laba/rugi tersebut, yang dikenal dengan istilah rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal perlu dilakukan agar Laporan Keuangan komersil sesuai dengan Undang-undang perpajakan, sehingga dapat diterima dan digunakan untuk menghitung dan memperhitungkan pajak terutang dari suatu perusahaan. Tidak semua perusahaan mempunyai kemampuan dan staf SDM yang dapat melakukan rekonsiliasi fiskal, mengingat kemampuan yang dipersyaratkan untuk dikuasai harus keduanya, yaitu memahami akuntansi dan perpajakan sekaligus, tidak boleh hanya salah satunya. Kantor Akuntan Publik KAP atau Kantor Jasa Akuntansi KJA tidak hanya memberikan layanan memberikan opini atas laporan keuangan atau audit atas laporan keuangan, tapi juga memberikan layanan membantu membuat laporan keuangan untuk tujuan perpajakan. Dengan demikian KAP dan atau KJA akan menjadi pilihan sebagian besar perusahaan untuk melakukan rekonsiliasi fiskal agar hasilnya bisa akurat dan sesuai dengan aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan maupun Undang-undang Perpajakan dan pada akhirnya dapat digunakan untuk menghitung dan memperhitungkan pajak terutang dari suatu perusahaan. Dalam melakukan rekonsiliasi fiskal, akuntan pada KAP maupun KJA akan menyusun rekonsiliasi fiskal dengan menggunakan media kertas kerja atau work sheet rekonsiliasi fiskal, yang biasanya lebih banyak hanya menggunakan pendekatan 202 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami kuantitatif dan jarang menggunakan pendekatan kualitatif apalagi mendeskripsikan kertas kerja rekonsiliasi fiskalnya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut 1 Apa sajakah akun-akun dalam laporan laba rugi komersial perusahaan yang termasuk ke dalam akun-akun yang harus dilakukan rekonsiliasi fiskal; 2 Bagaimana penyusunan laporan laba rugi fiskal dan perhitungan PPh Terutang Badan pada perusahaan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Bagaimana analisa deskriptif atas kertas kerja kerja penyusunan Laporan Keuangan Fiskal oleh Kantor Akuntan Publik “X” 2. KAJIAN PUSTAKA Laporan Keuangan Komersil dan Laporan Keuangan Fiskal Definisi Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan untuk kebutuhan internal dan eksternal perusahaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan. PSAK Nomor 1 revisi 2009 mendefinisikan laporan keuangan sebagai berikut “Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.” Dalam kaitannya dengan akuntansi perpajakan, laporan keuangan yang cukup penting dan harus disesuaikan untuk tujuan perpajakan adalah yaitu laba rugi. Output dari laporan laba rugi ini adalah dihasilkannya laba bersih komersial yang merupakan besarnya laba yang dihitung oleh Wajib Pajak sesuai dengan system serta prosedur pembukuan yang wajar yang diakui dalam SAK. Menurut Muljono 201064, “laba bersih secara komersial mencerminkan kondisi keuangan sesungguhnya yang didapat dari kegiatan perusahaan, yang dapat ditelusuri kebenarannya dari berbagai arus, seperti arus kas, arus bank, dan yang lainnya sesuai kondisi pembukuan yang dilaksanakan oleh wajib pajak.” Hubungan Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal memiliki peraturan masing-masing dalam menentukan penghasilan dan biaya. Jika laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP untuk memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam jangka waktu tertentu, maka laporan keuangan fiskal disusun bedasarkan peraturan perpajakan yang Ekspansi 203 digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar, sehingga terjadi perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Untuk mencocokan perbedaan yang terdapat dalam laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal perlu dilakukan rekonsiliasi fiskal. Menurut Waluyo 201139, ada tiga pendekatan untuk menyusun laporan keuangan fiskal yaitu 1 Pendekatan terpisah separated approach yaitu wajib pajak membukukan segala transaksi berdasarkan prinsip pajak untuk menghitung PPh terutang dan bedasarkan prinsip akuntansi untuk keperluan komersial. 2 Pendekatan kedua extra-compatible approach yaitu wajib pajak membukukan semua transaksi hanya bedasarkan prinsip akuntansi, kemudian pada akhir tahun wajib pajak melakukan rekonsiliasi terhadap laporan keuangan komersial tersebut agar sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang digunakan untuk menghitung PPh terhutang. 3 Pendekatan ketiga menyatakan ketentuan perpajakan sebagai sisipan Standar Akuntansi Keuangan atau pendekatan dengan prinsip common basis. Dalam dasar ini laporan keuangan disusun mengikuti standar akuntansi keuangan, tetapi apabila terdapat aturan lain dalam akuntansi komersial, maka preferensi diberikan pada ketentuan perpajakan. Jadi laporan keuangan komersial terkait dengan laporan keuangan fiskal karena laporan keuangan komersial digunakan oleh wajib pajak sebagai dasar melakukan rekonsiliasi fiskal untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal. Rekonsiliasi Fiskal Definisi Rekonsiliasi Fiskal Dalam perhitungan pajak penghasilan, adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya antara akuntansi komersial dan fiskal dapat menimbulkan perbedaan dalam menghitung besarnya penghasilan kena pajak pula. Muljono 201064 mengatakan bahwa yang membedakan antara laba secara komersial dengan penghasilan kena pajak adalah dilakukannya rekonsiliasi fiskal terhadap laba secara komersial. Terjadinya beberapa perbedaan antara Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP dengan Peraturan Perpajakan karena adanya berbagai kepentingan dari negara dalam memanfaatkan pajak sebagai salah satu komponen kebijakan fiskal. Rekonsiliasi koreksi fiskal adalah proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto/laba yang sesuai dengan ketentuan pajak. Menurut Sukrino dan Trisnawati 2011218, Rekonsiliasi koreksi fiskal adalah rekonsiliasi yang dilakukan akibat adanya perbedaan antara laba/rugi komersial menurut Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP dengan laba/rugi fiskal menurut ketentuan perpajakan.Tujuannya adalah untuk membuat laba/rugi komersial menjadi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh Wajib Pajak WP yang pembukuannya menggunakan pendekatan akuntansi komersial, yang bertujuan mempermudah mengisi Surat Pemberitahuan SPT Tahunan Pajak Penghasilan PPh, dan menyusun 204 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami laporan keuangan fiskal yang harus dilampirkan pada saat menyampaikan SPT Tahunan PPh. Menurut penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa rekonsiliasi fiskal adalah penyesuaian laporan laba rugi komersial dengan dasar ketentuan perpajakan yang berlaku agar dapat menghitung pajak penghasilan terutang. Penyebab Timbulnya Rekonsiliasi Fiskal Perbedaan penghasilan dan biaya menurut akuntansi atau komersial dan menurut fiskal dapat dikelompokan menjadi perbedaan tetap dan perbedaan waktu. Menurut Muljono 201065 rekonsiliasi fiskal terjadi karena adanya perbedaan pengakuan secara komersial dan secara fiskal, yang dapat berupa 1 Beda Tetap terjadi apabila terdapat transaksi yang diakui oleh Wajib Pajak sebagai penghasilan atau sebagai biaya dalam akuntansi secara komersial yang diatur dalam SAK. Namun demikian, berdasarkan ketentuan peraturan perpajakan, transaksi tersebut bukan merupakan penghasilan atau bukan merupakan biaya, atau sebagian merupakan penghasilan atau sebagian merupakan biaya. 2 Beda Waktu terjadi karena adanya perbedaan pengakuan waktu secara komersial dibandingkan dengan secara fiskal, misalnya dalam ketentuan masa manfaat aktiva yang dilakukan penyusutan atau amortisasi. Resmi 2011373 mengatakan bahwa perbedaan tetap terjadi karena transaksi-transaksi pendapatan dan biaya diakui menurut akuntansi atau komersial dan tidak diakui menurut fiskal. Perbedaan tetap ini mengakibatkan laba rugi bersih menurut akuntansi berbeda dengan penghasilan kena pajak menurut fiskal atau perpajakan. Sedangkan perbedaan waktu terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan biaya dalam menghitung laba atau rugi perusahaan. Suatu biaya atau penghasilan telah diakui menurut akuntansi komersial dan belum diakui menurut fiskal, atau sebaliknya. Jenis Rekonsiliasi Fiskal Rekonsiliasi fiskal dapat berupa rekonsiliasi positif dan negatif. Menurut Muljono 201065, “Rekonsiliasi positif adalah rekonsiliasi fiskal yang mengakibatkan adanya pengurangan biaya menjadi semakin kecil, atau berakibat adanya penambahan penghasilan.” Rekonsiliasi positif dilakukan berkaitan dengan transaksi berikut ini 1 Penghasilan yang termasuk sebagai objek pajak yang di atur dalam Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih kecil daripada ketentuan perpajakan. 2 Penyusutan yang jumlahnya melebihi jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. 3 Biaya yang ditangguhkan pengakuannya 4 Biaya tidak berkaitan langsung dengan kegiatan usaha. 5 Biaya bukan pengurang penghasilan kena pajak. Ekspansi 205 6 Biaya yang dapat dikurangkan berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih besar daripada ketentuan perpajakan. 7 Biaya berkaitan penghasilan bukan merupakan objek pajak. 8 Biaya berkaitan penghasilan sudah dikenakan PPh Final. Sedangkan rekonsiliasi negatif adalah rekonsiliasi fiskal yang berakibat adanya penambahan biaya yang telah diakui dalam laporan laba-rugi komersial, atau yang berakibat dengan adanya pengurangan penghasilan. Rekonsiliasi negatif dilakukan akibat adanya 1 Penghasilan yang termasuk sebagai objek pajak yang di atur dalam Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih besar daripada ketentuan perpajakan. 2 Keuntungan karena pembebasan hutang sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 3 Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, 4 Penghasilan yang dikenakan PPh final. 5 Penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya. 6 Biaya yang dapat dikurangkan berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih kecil daripada ketentuan perpajakan. Teknik Rekonsiliasi Fiskal Teknik Rekonsiliasi Fiskal menurut Resmi 2007344 dilakukan dengan cara berikut 1 Jika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut fiskal, yang berarti mengurangi laba menurut fiskal. 2 Jika suatu penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut fiskal, yang berarti mengurangi laba menurut fiskal. 3 Jika suatu biaya/pengeluaran diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah biaya/pengeluaran tersebut dari biaya menurut fiskal, yang berarti menambah laba menurut fiskal. 4 Jika suatu biaya/penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah biaya/pengeluaran tersebut pada biaya menurut fiskal, yang berarti mengurang laba menurut fiskal. Kertas kerja rekonsiliasi fiskal dapat dibuat dengan format sebagai berikut 206 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Format 1 Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih menurut akuntansi xx Rekonsiliasi Positif - xx Total Rekonsiliasi Positif xx + Rekonsiliasi Negatif - xx Total Rekonsiliasi Positif xx - Penghasilan Laba Kena Pajak menurut fiskal xx Perbedaan dimasukkan sebagai rekonsiliasi positif apabila  Pendapatan menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan diakui menurut fiskal tetapi tidak diakui menurut akuntansi.  Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih kecil daripada menurut akuntansi atas suatu biaya/pengeluaran tidak diakui menurut fiskal tetapi diakui menurut akuntansi. Perbedaan dimasukkan sebagai rekonsiliasi negatif apabila  Pendapatan menurut fiskal lebih kecil daripada menurut akuntansi atau suatu biaya/pengeluaran tidak diakui menurut fiskal tetapi diakui menurut akuntansi.  Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan diakui menurut fiskal tetapi tidak menurut akuntansi. Format 2 Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih Sebelum Pajak Laba / Penghasilan Kena Pajak Ekspansi 207 Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh Wajib Pajak badan dan Wajib Pajak orang pribadi yang wajib menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan pendekatan akuntansi komersial. Rekonsiliasi fiskal dilakukan untuk mempermudah pengisian Surat Pemberitahuan SPT Tahunan PPh dan menyusun laporan keuangan fiskal sebagai lampiran SPT Tahunan PPh. 3. METODOLOGI PENELITIAN Kegunaan Penelitian Penelitian ini akan memberikan panduan bagi pihak-pihak yang ingin menyusun laporan keuangan fiskal dengan mendasarkan pada laporan keuangan komersil yang sudah ada dengan bantuan kertas kerja yang biasa digunakan oleh kantor akuntan publik dalam menyusun laporan keuangan fiskal. Metode Penelitian Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, dokumen pribadi, dokumen resmi, dan sebagainya. Hal yang pertama-tama dilakukan oleh penulis adalah mengumpulkan sejumlah data yang berhubungan dengan penyusunan laporan laba rugi komersial perusahaan dan perpajakan serta informasi tambahan lainnya kemudian dipelajari secara seksama lalu dilakukan reduksi data dengan melakukan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan masalah dan transformasi data kasar yang diambil dari perusahaan, lalu membuang data-data yang dianggap tidak berhubungan dengan pokok persoalan sehingga menghasilkan data yang memang benar-benar dibutuhkan untuk proses analisis. Proses selanjutnya adalah melakukan rekonsiliasi fiskal atas laporan laba rugi perusahaan dengan menganalisis biaya dan penghasilan yang dapat dikurangkan atau ditambahkan, sehingga menghasilkan Laporan Keuangan Fiskal yang berisi laba bersih sebelum pajak yang sesuai dengan aturan perpajakan. Lalu setelah mendapatkan laba bersih sebelum pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan, menghitung pajak terutang badan perusahaan sesuai dengan tarif pajak untuk badan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Rancangan Penelitian Alat analisis data yang digunakan dalam penyusunan laporan laba rugi fiskal adalah menggunakan format kertas kerja rekonsiliasi fiskal untuk memudahkan penulis dalam mengidentifikasi pos-pos akun yang dilakukan koreksi fiskal positif dan negatif dan menghitung berapa nominal yang benar sesuai aturan perpajakan untuk masing-masing pos akun, sehingga dapat dengan mudah disusun laporan laba rugi fiskal dan diketahui berapa laba sebelum pajak menurut fiskal atau perpajakan. Berikut adalah format kertas kerja rekonsiliasi fiskal yang digunakan dalam penelitian ini 208 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Format Kertas Kerja Rekonsiliasi Fiskal Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih Sebelum Pajak Laba penghasilan Kena Pajak Paradigma Penelitian Adapun paradigma penelitian ini dapat diilustrasikan melalui gambar di bawah ini. Gambar 1. Paradigma Penelitian Sumber Rancangan Peneliti 4. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian PT. Y Laporan Laba Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2015 dalam Rp, ribuan penuh Penghasilan dari usaha dalam negeri Ekspansi 209 Gaji,Upah, THR, Tunjangan lainnya Alat Tulis dan Biaya Kantor Biaya Konsumsi jamuan tamu Penghasilan di luar usaha Total Penghasilan di luar usaha Laba netto penghasilan netto dalam negeri Penghasilan dari luar negeri Bunga obligasi dari Singapura Total Penghasilan dari luar negeri Persediaan barang dagangan, 1 Januari 2015 Pembelian netto tahun 2015 Persediaaan Barang dagangan, 31 Desember 2015 Informasi yang digunakan sebagai dasar penyesuaian laba/rugi fiskal 1 Dalam penjualan tidak memasukkan penjualan kepada karyawan sendiri sebesar yang dibayar dengan pemotongan gaji tiap bulan. 2 Dalam gaji, upah, THR dan tunjangan lain terdapat dan biaya pengobatan karyawan senilai 210 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami 3 Dalam biaya perjalanan dinas terdapat bukti-bukti pendukung atas nama keluarga pemilik perusahaan sebesar 4 Dalam biaya promosi terdapat sumbangan yang tidak ada hubungannya dengan operasi perusahaan sebesr Rp. 5 Pajak sebesar merupakan angsuran pasal 25 bulanan selam tahun ini. 6 Pengeluaran berupa biaya representasi tanpa adanya bukti pihak eksternal. 7 Biaya royalti sebesar Rp. yang ada bukti pendukungnya dari eksternal sebesar Rp. 8 Piutang yang benar-benar tak tertagih dan telah memenuhi syarat untuk diakui sebagai piuang tak tertagih menurut perpajakan dlam tahun ini Rp. 9 Perusahaan mempunyai asset tetap sbb  Mesin produksi pembelian tgl 1 Januari 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 10 tahun.  Kendaraan pembelian tgl 31 Dedember 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 10 tahun.  Komputer pembelian tanggal 6 Maret 2012, seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 5 tahun.  Inventaris pembelian tanggal 1 Januari 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 8 tahun.  Bangunan permanen selesai dibangun dan siap digunakannya sejak 31 Desember 2009 senilai umur ekonomis ditetapkan 20 tahun. Berdasarkan kebijakan manajemen mesin produksi mempunyai nilai residu 10% dari HPP, sedangkan asset tetap lain 20% dari HPP. Metode penghitungan penyusutan yang digunakan adalah garis lurus. Menurut aturan fiskal, mesin produksi, kendaraan, komputer dan inventaris merupakan asset berwujud kelompok II. Perusahaan menggunakan metode garis lurus dalam penyusutan fiskal.  Dalam biaya lain-lain terdapat biaya rekreasi karyawan Rp.  Penghasilan sewa pada penghasilan luar usaha sebesar Rp. terdiri atas sewa bangunan senilai sewa atas peralatan pabrik senilai dan sewa atas kendaraan Penghasilan sewa ini diterima diterima setiap tahun untuk beberapa tahun.  Dividen sebesar terdiri atas dividen kas dari penyertaan saham 20% pada dan dividen kas atas penyertaan saham 30% pada sebesar Info lain untuk pengisian SPT tahunan PPh adalah sbb 1 selama tahun 2015 telah menjual sebagian hasil produksinya ke BUMN senilai termasuk PPN. 2 PT. Y telah memiliki API dan mengimpor bahan bakunya dari Jepang dengan harga faktur $ Freight dan insuranve $ dan $ BM 5% dari CIF, BMT 20%, PPh pasal dan BM telah dibayar. Ekspansi 211 3 Tarif laba di Kanada dan Singapura adalah 40% dan 20%. 4 Total angsuran PPh pasal 25 sebesar dibayar tiap bulan dengan nilai sama dari Maret hingga Desember 2015. 5 Laba/ rugi fisal 3 tahun terakhir Rugi fiskal tahun 2013 sebesar Laba fiskal tahun 2014 sebesar Rp Laba fiskal tahun 2015 sebesar Rp. Sisa rugi tahun 2013 akan dikompensasikan seluruhnya pada tahun 2015. 6 Data Pemegang Saham  PT. Z saham biasa lembar lembar  saham biasa lembar Rp. / lembar  Tn. M saham biasa lembar Rp. / lembar Menyusun Laporan Rekonsiliasi Fiskal Tahun pajak 2015 dengan dasar Data Laporan Laba / Rugi Komersial. PT. Y Rekonsiliasi Fiskal Perhitungan Laba/Rugi Tahun Pajak 2015 dalam ribuan rupiah Penghasilan Usaha Dalam Negeri Gaji,Upah, THR, Tunjangan lainnya Alat Tulis dan Biaya Kantor 212 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Biaya Konsumsi jamuan tamu Penghasilan di luar usaha Total Penghasilan di luar usaha Laba netto penghasilan netto dalam negeri Penghasilan dari luar negeri Bunga obligasi dari Singapura Total Penghasilan dari luar negeri Pembahasan Hasil Penelitian Dari kertas kerja penyusunan Laporan Keuangan Fiskal oleh Kantor Akuntan Publik “X”, maka Analisis Deskriptifnya adalah sebagai berikut 1 Yang termasuk nilai penjualan adalah penjualan kepada semua pembeli dengan cara kredit ataupun tunai dan dengan basis akrual, artinya penjualan diakui saat penyerahan barang atau adanya transaksi disertai komitmen utang-piutang antara penjual dan pembeli meskipun belum ada penyerahan uang. Penjualan kepada karyawan yang pembayarannya tidak dilakukan pada saat transaksi penyerahan barang tetap diakui sebagai penjualan tahun 2015. Dalam rekonsiliasi fiskal, penjualan kepada karyawan sebesar Rp. akan menambah penghasilan menurut fiskal, dan selanjutnya berpengaruh meningkatkan laba kena pajak koreksi positif. 2 Imbalan dalam bentuk natura beras dan pengobatan tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu dalam rekonsiliasi fiskal jumlah tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. Ekspansi 213 3 Biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas anggota keluarga pemegang saham digolongkan sebagai untuk kepentingan pribadi prive dengan nilai tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 4 Sumbangan untuk berbagai kepentingan kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan kerja, usaha kepemilikan dan penguasaan merupakan biaya yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto. Biaya sumbangan sebesar dalam biaya promosi / iklan harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 5 Pajak penghasilan yang dibayarkan oleh wajib pajak tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto wajib pajak sesuai pasal 9 ayat 1 UU PPh. Total angsuran PPh pasal 25 sebesar yang dibayarkan oleh wajib pajak dalam tahun 2015 tidak boleh dimasukkan sebagai biaya tahun 2015. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal jumlah tersebut dikuangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 6 Biaya atau pengeluaran yang tidak dilengkapi daftar nominatifnya biaya representasi sebesar merupakan non deductabe expense. Dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 7 Beban royalty sebesar Rp. merupakan non deductabe expense. Dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 8 Menurut standar akuntansi, perusahaan diperbolehkan membentuk cadangan kerugian piutang pada setiap akhir tahun untuk mengantisipasi besarnya piutang yang tidak dapat ditagih pada tahun berikutnya. Perusahaan membentuk cadangan sebesar Rp pada akhir tahun 2015, sehingga dalam laporan laba/rugi tampak kerugian piutang tak tertagih sebesar Rp Hal tersebut berbeda dengan ketentuan perpajakan Indonesia yang menyatakan bahwa kerugian piutang yang boleh diakui adalah sejumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih pada tahun 2015. Oleh karena itu piutang yang secara nyata-nyata tidak dapat ditagih menurut ketentuan perpajakan adalah maka biaya kerugian menurut akuntansi harus dikurangi sebesar Rp. Yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 9 Penyusutan menurut akuntansi kemungkinan akan berbeda dengan penyusutan menurut perpajakan, karena terdapat perbedaan dalam metode penyusutan, pengakuan nilai sisa, taksiran masa manfaat/umur ekonomis. Penghitungan penyusutan tahun 2015 menurut fiskal harus sesuai ketentuan pasal 11 UU no. 36 tahun 2008 tentang PPh. Dalam rekonsiliasi fiskal, biaya penyusutan menurut 214 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami akuntansi harus ditambah dengan Hal ini berarti mengurangi laba kena pajak koreksi negatif. 10 Rekreasi karyawan termasuk akun yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 11 Penghasilan berupa sewa tanah dan atau bangunan adalah penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final. Oleh karena bersifat final, maka jumlah pajak yang telah dipotong tersebut tidak dapat dikreditkan dari nilai total PPh yang terutang pada akhir tahun, sehingga penghasilan tersebut juga tidak perlu diperhitungkan dalam menentukan laba kena pajak. Dalam koreksi fiskal, penghasilan berupa sewa atas bangunan sebesar dikurangkan dari penghasilan sewa menurut akuntansi, hal ini berarti mengurangi laba kena pajak Koreksi negatif. Dividen yang diperoleh atau diterima perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri bukan merupakan objek pajak, sesuai pasal 4 ayat 3 UU no. 36 tentang PPh bila penyertaanya melebihi 25% dari total disetor. Dividen yang diterima sebesar harus dikurangkan dari penghasilan dividen menurut akuntansi, yang berarti akan menurunkan laba kena pajak koreksi negatif, sedangkan dividen yang sebesar merupakan objek kena pajak karena penyertaannya kurang dari 25%. 5. PENUTUP Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi akun-akun yang direkonsiliasi fiskal serta mengetahui laporan laba rugi fiskal dan PPh terutang badan serta memberikan analisa deskriptif atas kertas kerja yang dibuat oleh akuntan dalam penyusunan laporan keuangan fiskal. Laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal memiliki peraturan masing-masing dalam menentukan penghasilan dan biaya. Jika laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP untuk memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam jangka waktu tertentu, maka laporan keuangan fiskal disusun bedasarkan peraturan perpajakan yang digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar, sehingga terjadi perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Dalam penelitian ini, akuntan di KAP X telah menyusun laporan keuangan fiscal yang dilengkapi dengan 12 poin analisis deskriptif. Adapun beberapa poin penting dari analisis deskriptif tersebut antara lain penjualan yang pembayarannya tidak dilakukan pada saat transaksi penyerahan barang tetap diakui sebagai penjualan basis akrual, kerugian piutang yang boleh diakui adalah sejumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dividen yang diperoleh atau diterima PT sebagai WP dalam negeri bukan merupakan objek pajak, dab yang termasuk ke dalam non deductible expenses ialah imbalan dalam bentuk natura, biaya perjalanan dinas anggota keluarga pemegang Ekspansi 215 saham, sumbangan untuk pihak yang tidak memiliki kepentingan kerja, PPh yag dibayarkan oleh WP, biaya yang tidak dilengkapi daftar nominatifnya, beban royalty, dan rekreasi karyawan. Saran Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut 1 Memperkecil atau meminimalkan koreksi positif atas biaya-biaya yang ada dengan mematuhi setiap peraturan perpajakan yang ada seperti, membuat daftar nominatif untuk biaya entertainment atau representatif, karena jumlah biaya tersebut cukup besar nilainya/material. 2 Agar biaya lain-lain tidak dikoreksi fiskal positif seluruhnya, maka sebaiknya biaya-biaya tersebut dibuatkan rinciannya serta dipisahkan antara biaya yang boleh dikurangkan dengan biaya yang tidak boleh dikurangkan. 3 Sebaiknya karyawan pada divisi akuntansi dan pajak harus selalu mengetahui setiap perkembangan peraturan perpajakan terbaru atau perubahan-perubahan peraturan pajak yang dilakukan oleh Dirjen Pajak, apabila tidak demikian maka setiap kelalaian akan mendapatkan sanksi pajak. Sebaiknya Peraturan Pajak ditaati dengan semestinya, karena setiap pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak akan dikenakan sanksi pajak. DAFTAR PUSTAKA Agoes, Sukrino dan Estralita Trisnawati. 2010. Akuntansi Perpajakan, Edisi 2 Revisi. Jakarta Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft PSAK 46 Pajak Penghasilan. Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Modul Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang Perpajakan Jasmine Aviriani. 2015. Teknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri Bandung. Muljono, Djoko. 2010. Panduan Brevet Pajak Pajak Penghasilan. Yogyakarta Andi Resmi, Siti. 2011. Perpajakan Teori dan Kasus, Buku 1, Edisi 6. Jakarta Salemba Empat. Waluyo. 2013. Perpajakan Indonesia. Jakarta Salemba Empat. _________. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan _________. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan 216 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami _________. Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-466/ tentang Penyediaan Makanan dan Minuman Bagi Seluruh Pegawai dan Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa Yang Diberikan dalam Bentuk Natura dan Kenikmatan di Daerah Tertentu Serta Yang Berkaitan Dengan Pelaksanaan Pekerjaan Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto Pemberi Kerja. _________. Keputusan Menteri Keuangan No. 51/ tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-27/ tentangBiaya Entertainment dansejenisnya Seri PPhUmumNomor 18. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-09/ tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler dan Kendaraan Perusahaan. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor S-29/ tentang Penegasan Pengenaan PPh Atas Potongan Harga Dan Insentif Penjualan. _________. Keputusan Direkur Jenderal Pajak KEP-220/PJ./2002 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan. _________. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-09/ tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler dan Kendaraan Perusahaan. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor S-29/ tentang Penegasan Pengenaan PPh Atas Potongan Harga Dan Insentif Penjualan. _________. Keputusan Direkur Jenderal Pajak KEP-220/PJ./2002 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan. _________. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia. ... Sementara itu, laporan keuangan memiliki peran penting karena dapat digunakan oleh pemerintah untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut Irawan, 2017;Apriliawati dan Setiawan, 2017. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan laporan keuangan ini untuk proses audit apabila perusahaan sudah mulai berkembang, serta dapat digunakan sebagai syarat pengajuan kredit kepada lembaga perbankan. ...Nada Aulia PertiwiHendi Rohendi Setiawan SetiawanThis study aims to know the knowledge of EMKM Convections jeans in Soreang District regarding SAK EMKM, to find out the financial records carried out by EMKM, and to compile a model of EMKM Convection’s financial statements that are under SAK EMKM. In data collection, used snowball sampling and data analysis techniques are carried out through the stages of data reduction, evaluating EMKM’s knowledge of SAK EMKM, evaluating the suitability of the records carried out by EMKM Convection with applicable standards, namely SAK EMKM, seeing the similarity of activities contained in EMKM convection to create a model suitable for all EMKM convection and compile a model of financial statements for EMKM Convections following SAK EMKM. The results showed that the EMKM Convections in Soreang District still did not know about the existence of SAK EMKM, EMKM actors also still did a simple recording, there was no further record up to the preparation of financial statements. Besides, this study also produced a financial statement model for EMKM convections that were by the SAK Perpajakan, Edisi 2 RevisiSukrino AgoesDan EstralitaTrisnawatiAgoes, Sukrino dan Estralita Trisnawati. 2010. Akuntansi Perpajakan, Edisi 2 Revisi. Jakarta Salemba Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta Salemba Draft PSAK 46 Pajak PenghasilanIkatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft PSAK 46 Pajak Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2014. Modul Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang PerpajakanTeknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri BandungJasmine AvirianiJasmine Aviriani. 2015. Teknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri Indonesia. Jakarta Salemba EmpatWaluyoWaluyo. 2013. Perpajakan Indonesia. Jakarta Salemba Empat. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. besar dan kecilnya peluang adalah hal perlu segera dijajaki dan ditindak lanjuti agar menjadi sebuah bisnis bagus. Demikian juga dengan adannya RUU Pelaporan Keuangan, merupakan sebuah peluang besar yang mensejajarkan sebuah pembuatan laporan keuangan sama dengan pelaporan pajak yang bisa dipaksakan karena didasarkan UU yang disahkan oleh badan legislatif. Tentunya hal ini sangat berpengaruh sekali terutama usaha kecil dan menengah UKM karena untuk menggaji seorang akuntan professional sangat besar costnya. Hal ini bisa disiasati dengan memberikan pekerjaan pembuatan laporan keuangan kepada kantor jasa akuntan tentunya tidak sebesar jika mempekerjakan akuntan professional. Benefit yang didapat UKM dengan memberikan pekerjaan pembuatan laporan keuangan kepada kantor jasa akuntansi adalah kredibilitas dan akuntabilitas dari laporan keuangannya meningkat tinggi tentu akan berpengaruh terhadap persepsi perbankan terhadap laporan keuangan UKM. Tentunya perlu juga diperhatikan yaitu seberapa besar peluang kantor jasa akuntan yang tercipta dari RUU PK itu ? kalau kita perhatikan Grafik ini maka masih sangat besar. Kita asumsikan saja dari unit usaha mikro, kecil dan menengah 50% belum membuat laporan keuangan sesuai dengan standar ekuitas tanpa akuntanbilitas publik maka market share dari Kantor Jasa Akuntan adalah unit usaha mikro kecil dan menengah dengan investasi atas dasar harga berlaku sebesar 1,304,889,40 Milyart suatu angka yang sangat besar dan memerlukan suatu system akuntansi yang kredibilitas dan akuntanbilitas Pelaporan KeuanganAnggota DPN IAI, Dwi Setiawan menilai, setidaknya ada tiga substansi yang bisa diatur dalam UU PK, yaitu aspek kelembagaan, aspek tata laksana, dan aspek sumber daya manusia. Ketiga aspek ini akan menitikberatkan pada upaya membangun sebuah sistem pelaporan yang makin terintegrasi yang mewajibkan kehadiran Akuntan Profesional dalam setiap dikatakan Kepala PPAJP Kemenkeu, Langgeng Subur, beberapa hal penting terkait RUU PK ini antara lain, yang bisa menerbitkan laporan keuangan hanya Akuntan dengan kualifikasi tertentu. Lalu ada pengaturan tentang standard setter. “Selama ini IAI melalui DSAK yang menyusun standarnya. Makanya kita juga usulkan standard setter itu dari IAI, jelas Langgeng. Peluang Akuntan ProfesionalDengan adanya UU Pelaporan Keuangan, adanya regulasi peraturanagar yang bertanggungjawab atas penyusunan laporan keuangan harus seorang akuntan. Karena akan ada sanksinya kalau laporan keuangan dibuat tidak semestinya. Seperti di perusahaan publik, kebanyakan yang menyusun laporan keuangan itu di Malaysia, penanggung jawab penyusun laporan keuangan di satu perusahaan, minimal di perusahaan terbuka, harus akuntan yang terdaftar di asosiasi profesi. Sehingga kompetensinya terjaga dan dia akan terikat aturan profesi. Tentu jika menggunakan dasar undand-undang maka sama seperti pajak di Indonesia, harus dijalankan UU PK tersebut jika tidak akan terkena sangsi atau denda, yang tentunya akan diperiksa seperti layaknya Wajib Pajak setiap tahunnya. Tentunya Good Corporate Government akan 1 2 3 Lihat Money Selengkapnya Apakah Anda seorang akuntan yang berkeinginan meniti karir di perusahaan yang besar? KAP Big Four bisa menjadi perusahaan pilihan Anda. Big Four adalah empat perusahaan akuntansi terbesar di dunia. Keempat perusahaan tersebut memiliki kesamaan layanan yakni akuntansi dan audit. Dengan tingkat pendapatan dan reputasi yang tinggi, tentunya tidak mudah untuk bekerja di perusahaan tersebut. Pastinya, harus mempunyai keterampilan dan kemampuan khusus yang dapat membuat perusahaan tertarik untuk merekrut Anda. Walaupun kantor akuntan publik erat kaitannya dengan bidang akuntansi dan ekonomi, bukan berarti seseorang dengan bidang diluar itu tidak dapat bekerja di sana. Pasalnya, Big Four juga membutuhkan karyawan dengan bidang yang lain untuk menunjang operasional bisnisnya seperti HRD, hukum, dan masih banyak lagi. Gunakan Aplikasi HRD untuk mengotomatiskan berbagai operasional harian Human Resource Department. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui Big Four perusahaan akuntan publik secara lebih rinci. Baca juga 6 Software HRIS Indonesia untuk Manajemen Karyawan Anda Daftar Isi Pengertian Big Four Kantor Akuntansi Publik Layanan Konsultasi Big Four PricewaterhouseCoopers PwC Deloitte Ernst and Young KPMG Cara menjadi konsultan di Big Four Kesimpulan Pengertian Big Four Kantor Akuntansi Publik KAP Big Four merujuk pada keempat perusahaan akuntan publik yang mempunyai layanan akuntansi dan audit terbesar di dunia. Menurut Wikipedia, KAP atau kantor akuntan publik adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik untuk memasarkan jasanya. Jasa akuntan publik meliputi analisis dan audit laporan keuangan, mengaudit pajak dan lain sebagainya yang berguna untuk suatu perusahaan. Perusahaan Big Four KAP meliputi Deloitte Deloitte Touche Tohmatsu, PwC PricewaterhouseCoopers, EY Ernst & Young, dan KPMG International Limited atau Klynveld Peat Marwick Goerdeler. Perusahaan tersebut sudah bersertifikat CPA yang menangani perusahaan-perusahaan besar di AS dengan saham yang diperdagangkan secara publik. Mengapa keempat perusahaan tersebut bisa masuk ke dalam jajaran big four dalam bidang akuntansi dan audit terbesar di dunia? Hal ini terkait beberapa faktor yakni seperti besarnya penetrasi pasar, tingkat revenue atau pendapatan serta reputasi perusahaan. Selain itu, masing-masing perusahaan juga memiliki beberapa firma yang bernaung pada bendera yang sama. Walaupun erat kaitannya dengan layanan akuntan publik, mereka juga mempunyai layanan lain seperti asuransi, konsultasi manajemen, perpajakan dan akuataria, penasehat, keuangan perusahaan hingga layanan hukum. Perlu diketahui, bahwa setiap Kantor Akuntansi Publik KAP bukan merupakan perusahaan individu, melainkan terdiri dari beberapa jaringan firma profesional. Firma yang bergabung ke dalam salah satu KAP setuju dengan anggota lainnya terkait nama, standar, dan merek perusahaan. Baca juga Software Akuntansi Terbaik untuk Mempermudah Pekerjaan Akuntan Publik Layanan Konsultasi Big Four Pada tahun 1980-an, terdapat kantor akuntan publik terbesar sejumlah delapan perusahaan. Namun, seiring berjalannya waktu dengan adanya permasalahan bisnis dan beberapa merger, maka menyisakan empat kantor akuntan publik besar yang masih beroperasi. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai layanan dan cara kerja di keempat perusahaan tersebut PricewaterhouseCoopers PwC PwC adalah salah satu perusahaan akuntan publik terbesar dengan penghasilan sebesar $37,68 miliar pada tahun 2017. Perusahaan ini merupakan hasil dari dua entitas usaha yakni Price Waterhouse and Coopers & Lybrand. Layanan konsultasi berfokus pada forensik, konsultasi dan kesepakatan. Adapun layanan lainnya seperti manajemen aset, transportasi dan logistik, produk ritel dan konsumen, produk industri, perbankan dan pasar modal, layanan keuangan, keamanan cyber, hingga teknologi, media dan komunikasi. PwC membantu mahasiswa untuk menunjang karir mereka dengan menyediakan lowongan magang paruh waktu sebagai pelengkap studi mereka. Pada periode magang, peserta ikut berpartisipasi selayaknya karyawan dalam menjalankan tugas perusahaan seperti bertemu klien yang memungkinkan mereka untuk belajar. PwC bisa menjadi salah satu pilihan perusahaan besar yang Anda tuju untuk memulai karir dan memperkuat skill atau keterampilan sesuai dengan bidang terkait. Deloitte Selanjutnya adalah Deloitte Touche Tohmatsu Limited, Perusahaan penyedia layanan akuntan yang sudah beroperasi lama di dunia. Layanan perusahaan berfokus pada layanan strategi dan operasional, layanan human capital, dan layanan teknologi. Deloitte dalam recruitment karyawan biasanya menargetkan untuk lulusan MBA, sarjana dan program magang. Etika, kode etik dan integritas dalam mencari kualitas pada orang-orang merupakan hal penting dalam recruitment perusahaan tersebut. Sederhanakan Sederhanakan proses pengelolaan pelatihan peserta training dan pemantauan perkembangan peserta training dengan Training Management System. Jika menjadi bagian dari Deloitte maka Anda mendapatkan peluang yang besar untuk bekerja dengan perusahaan Fortune 500 di bidang keuangan atau perusahaan ternama dengan reputasi besar lainnya. Selain menjadi salah satu KAP terbaik untuk memulai karir, perusahaan ini juga sangat diminati oleh banyak orang karena menjadi tempat yang paling menarik untuk bekerja. Ernst and Young EY Perusahaan EY atau Ernst dan Young ini merupakan KAP Big Four yang berasal dari Inggris dan merupakan perusahaan hasil merger dari beberapa entitas usaha. Salah satunya pada tahun 2014, EY bermitra dengan Parthenon sebuah perusahaan yang berbasis dalam hal strategi. Kedua mitra tersebut bekerja sama memberi pelayanan konsultasi berbasis strategi dan teknologi. Layanan-layanan konsultasi lainnya yang tersedia seperti Layanan konsultasi IoT Konsultasi manajemen program Transformasi resiko Rantai pasokan dan operasi Layanan blockchain Perusahaan ini menargetkan sarjana dan lulusan master dengan pengalaman kurang dari tiga tahun sebagai syarat recruitment. Setelah bekerja disini, mereka akan menerima pelatihan dan penempatan langsung sesuai dengan bidang pilihannya. KPMG KPMG International Limited berpusat di Belanda, layanan yang diberikan adalah layanan investigasi, pengasihan proyek besar, konsultasi manajemen, teknologi forensik hingga konsultasi sengketa. Fokus utama KPMG adalah pekerjaan analitis dan teknis, perusahaan ini merupakan pilihan yang tepat untuk Anda jika ingin meningkatkan pemahaman tentang operasi bisnis Fortune 500. Seperti perusahaan big four lainnya, KMPG menargetkan mahasiswa lulusan sarjana dan pascasarjana. Selain itu juga menawarkan CPE atau Pendidikan Profesional Berkelanjutan kepada para karyawannya. Cara menjadi Konsultan di Big Four Untuk dapat menjadi bagian dari Big Four KAP dibutuhkan keterampilan khusus yang bagus, mengingat jumlah pelamar yang sangat banyak. Jika bisa menjadi karyawan dari salah satu perusahaan tersebut maka menjadi sebuah prestasi yang membanggakan untuk Anda. Agar hal tersebut dapat terwujud, Anda harus mempersiapkannya dari awal yaitu pada saat berada di bangku kuliah. Nilai IPK yang tinggi, lulusan universitas ternama, hingga keterampilan khusus yang mengesankan menjadi faktor penting dalam penerimaan recruitment perusahaan. Baca juga Sistem Akuntansi Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya dalam Bisnis Kesimpulan Big Four Akuntansi Publik seperti Deloitte, PwC, EY Ernst & Young, dan KPMG merupakan pilihan yang tepat untuk Anda sebagai tempat bekerja untuk meningkatkan keterampilan. Mengingat, bahwa keempat perusahaan tersebut memiliki tingkat pendapatan dan reputasi yang tinggi. Namun, apabila ingin bekerja di perusahaan tersebut, Anda harus mempunyai kemampuan khusus untuk membuat perusahaan tertarik untuk merekrut Anda. Untuk menghitung kondisi keuangan di setiap cabang bisnis Anda dengan analisis mendalam dan estimasi pendapatan secara akurat, pastinya Anda memerlukan sebuah sistem software sistematis untuk mengelola keuangan bisnis secara efektif terutama bagi perusahaan yang sudah berskala besar. Otomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya dengan Sistem Akuntansi terbaik kami. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jessica Wijaya writer with a passion for business, technology and innovation. Always writing with the goal of creating thought provoking contents that are helpful for the masses. Jurusan akuntansi merupakan salah satu jurusan paling populer dipilih karena prospek kerja yang bisa diambil lulusannya. Nyatanya, lulusan akuntansi dibutuhkan oleh banyak jenis perusahaan di berbagai industri, mulai dari lembaga pemerintah, perusahaan startup, lokal, hingga multinasional. Jenjang kariernya pun jelas hingga posisi tinggi. Karena itu, tak heran jurusan ini masih banyak dijadikan pilihan oleh anak muda. Meskipun sepintas lingkupnya terlihat sempit dan sama-sama bermain dengan angka, lulusan akuntansi memiliki prospek kerja yang beragam dengan lingkup yang sangat bervariasi. Sebelum kamu memutuskan untuk terjun ke jurusan akuntansi, ada baiknya kamu mengetahui beberapa prospek kerjanya yang cukup menjanjikan berikut ini. Simak, yuk! Prospek Kerja Jurusan Akuntansi 1. Akuntan publik Salah satu prospek kerja utama untuk jurusan akuntansi adalah akuntan publik. Akuntan publik merupakan akuntan yang mengantongi izin resmi dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Pekerjaan ini memberikan jasa akuntan untuk setiap pengguna jasa, bisa berupa badan usaha misalnya. Lingkup kerjanya pun cukup luas, meliputi audit, pemeriksaan dan pembuatan laporan keuangan, membantu di sektor perpajakan, hingga memberikan saran dan masukan untuk pihak manajemen. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa kantor akuntan publik KAP yang cukup bergengsi, misalnya 4 firma akuntansi terbesar di dunia Deloitte, PwC, Ernst & Young, dan KPMG. Bicara soal gaji, seorang akuntan publik dengan status fresh graduates biasanya bisa mengantongi mulai dari 5 juta per bulan. Apa kamu bercita-cita untuk bekerja di The Big Four? 2. Auditor Selain bekerja di kantor akuntan publik dan menangani klien, para lulusan akuntansi juga bisa bekerja sebagai akuntan internal. Akuntan internal merupakan seorang akuntan yang bekerja untuk satu perusahaan, bukan dengan klien atau pengguna jasa di luar perusahaan tempatnya bekerja. Salah satu posisi yang tersedia yaitu sebagai auditor. Posisi ini memiliki tanggung jawab untuk meninjau dan memperbaiki laporan keuangan perusahaan, serta memberikan saran perbaikan terkait operasional perusahaan yang berkaitan dengan regulasi keuangan. Dibandingkan dengan auditor yang bekerja di KAP, auditor internal cenderung memiliki gaji yang lebih tinggi, yaitu mulai dari 6 jutaan per bulan di tahun pertama. 3. Analis keuangan Prospek kerja lainnya yang bisa dijalani lulusan akuntansi adalah analis keuangan. Sebagai analis keuangan, kamu harus pandai dalam membaca data dan mengambil keputusan terkait masalah keuangan. Analis keuangan diharapkan memiliki pemahaman mendalam seputar faktor-faktor yang terkait kondisi ekonomi perusahaan, seperti; program investasi perkiraan prospek ekonomi penyusunan strategi keuangan suatu lembaga Pendalaman profesi ini bisa ditempuh dengan mengikuti program sertifikasi profesional untuk mendapatkan gelar CFA atau Certified Financial Analyst. 4. Konsultan pajak Perpajakan merupakan salah satu cabang peminatan di kuliah jurusan akuntansi. Nah, jika kamu memilih peminatan satu ini, kamu bisa menempuh karier yang berkaitan dengan pajak, misalnya sebagai konsultan pajak. Konsultan pajak bertanggung jawab untuk memberikan jasa konsultasi terkait perpajakan. Pihak yang menerima konsultasi tak lain tak bukan adalah para wajib pajak, yang akan melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak sesuai aturan undang-undang. Untuk bisa mendapatkan izin praktik sebagai seorang konsultan pajak, ada ujian sertifikasi konsultan pajak atau USKP yang perlu dilalui. Ujian ini diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia. Siapa pun yang telah lulus ujian ini akan mendapatkan sertifikasi profesional BAP atau Bersertifikat Akuntan Pajak. 5. Perencana keuangan © Satu lagi prospek kerja untuk lulusan akuntansi yang menjual jasa yaitu perencana keuangan. Pekerjaan ini memungkinkanmu untuk memberi saran terkait berbagai rencana keuangan. Terdengar simpel, tapi nyatanya ada banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat perencanaan keuangan yang baik. Beberapa faktor di antaranya yaitu kondisi ekonomi, gaya hidup, penghasilan, tujuan hidup, prioritas, serta tujuan finansial. Tidak haya selesai dengan memberi saran, seorang perencana keuangan juga akan memantau dan memonitor kondisi finansial klien serta memberikan solusi saat ada masalah yang muncul. 6. Akuntan pemerintah Kamu yang memiliki cita-cita untuk menjadi pegawai negeri tidak perlu khawatir untuk mengambil jurusan akuntansi. Nyatanya, berbagai instansi pemerintahan di berbagai tingkat juga membutuhkan jasa seorang akuntan. Salah satu lembaga pendidikan pemerintah yang terkenal yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN. Dengan menempuh pendidikan di sini, kamu akan dijamin bisa bekerja di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah, seperti; Kemenko Perekonomian Kemenko Maritim Kementerian Perhubungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas Kementerian PAN RB Badan Pemeriksa Keuangan BPK Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP Badan Narkotika Nasional BNN Badan Ekonomi Kreatif Bekraf. 7. Tenaga pendidik Kamu yang punya passion mengajar juga bisa menjadi tenaga pendidik, seperti dosen ataupun pembawa materi pelatihan seputar akuntansi dan keuangan misalnya. Sebagai pendidik, tugas utama yang harus dijalani yaitu untuk menyampaikan materi pelatihan kepada mahasiswa dan tamu seminar. Selain itu, tenaga pendidik juga bisa berperan sebagai konsultan terkait isu dan masalah ekonomi yang sedang beredar. 8. Account manager Prospek kerja lain yang bisa kamu jalani sebagai lulusan jurusan akuntansi adalah account manager. Account manager adalah profesional yang menjembatani perusahaan dengan klien. Ia akan mencari tahu kebutuhan klien dan memastikan perusahaan bisa memenuhinya. Tidak hanya itu, account manager juga akan menghubungi prospek kliennya untuk memberi informasi seputar layanan yang diberikan oleh perusahaannya. Sebagai lulusan akuntansi, kamu bisa bekerja sebagai account manager terutama jika konsumenmu berasal dari bidang akuntansi juga. Karena, pengetahuan yang kamu miliki bisa memberi klien insight berharga. 9. Konsultan keuangan Konsultan keuangan adalah seorang profesional yang memberi insight seputar transaksi finansial untuk kliennya. Seorang konsultan keuangan biasanya bekerja untuk perusahaan atau individu yang kaya. Sebagai konsultan keuangan, kamu diekspektasikan untuk menguasai berbagai strategi menabung dan investasi serta membantu klien mencapai tujuan finansialnya. Lulusan jurusan akuntansi dapat menjadi konsultan keuangan yang baik karena ilmu yang dimiliki bisa digunakan untuk memberi insight ke perusahaan seputar bagaimana menstrukturisasi keuangannya. Tidak hanya itu, kamu pun bisa memberi tahu praktik yang dapat berguna ketika menabung. 10. Business analyst © Prospek kerja lain yang bisa dijalani oleh lulusan akuntansi adalah business analyst. Seorang business analyst memberi masukan dan analisis bagi klien seputar model bisnis yang digunakannya. Business analyst sangat dibutuhkan perusahaan karena dapat membantu mereka untuk meningkatkan keuntungan dan membuat strukturnya semakin baik. Nah, jika ingin menjalani profesi business analyst, ada beberapa skill yang perlu kamu tingkatkan di antaranya seperti; kemampuan analitis berpikir kritis problem solving riset komunikasi visualisasi data 11. Konsultan investasi Kamu juga bisa bekerja sebagai konsultan investasi apabila telah lulus dari jurusan akuntansi. Seorang konsultan investasi memberi insight bagi klien seputar kesempatan berinvestasi yang bisa ia ambil supaya bisa mencapai tujuan finansialnya. Di samping itu, Glassdoor juga mengatakan bahwa salah satu tugas konsultan investasi adalah mengedukasi, merekomendasikan, membeli, dan menjual instrumen investasi bagi kliennya. Tentunya, ilmu yang kamu dapat saat kuliah di jurusan akuntansi akan sangat berguna dalam profesi ini. 12. Aktuaris Menurut Indeed, aktuaris adalah prospek kerja lain yang bisa dijalani oleh lulusan akuntansi. Aktuaris biasanya ditemukan di perusahaan asuransi atau keuangan lainnya. Seorang aktuaris memiliki tugas untuk memperkirakan probabilitas dan kemungkinan biaya untuk suatu kejadian seperti kecelakaan, bencana alam, kematian, hingga penyakit. Tidak hanya itu, aktuaris juga bertugas untuk membuat desain, menguji, serta mengelola suatu kebijakan. Hal ini dilakukan untuk bisa meminimalisir risiko serta memaksimalkan keuntungan. Sebagai seorang aktuaris, kemampuan analitis, komunikasi, dan problem solving perlu kamu miliki. 13. Data analyst Berkarier sebagai data analyst juga dapat menjadi pilihan bagimu yang merupakan lulusan jurusan akuntansi. Seorang data analyst akan mencoba menganalisis angka dan data, lalu mengubahnya menjadi informasi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah atau melacak performa bisnis. Menurut Prospect, data analyst merupakan profesi yang sangat dicari di berbagai sektor industri seperti keuangan, konsultan, manufaktur, pemerintahan, hingga pendidikan. Sebagai data analyst, kemampuan perhatian terhadap detail, komunikasi, dan pengorganisasian data yang baik dapat membantumu untuk sukses di pekerjaan ini. 14. Sekretaris perusahaan Prospek kerja lain yang bisa dijalani lulusan akuntansi adalah sekretaris perusahaan. Mengutip Prospect, peran ini begitu penting karena memastikan perusahaan tetap patuh pada peraturan keuangan dan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, profesi ini juga berperan penting dalam menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi. Kamu juga berperan penting untuk menjadi titik komunikasi antara jajaran direksi, shareholder perusahaan, hingga manajemen eksekutifnya. 15. Budget analyst My Degree Guide menyebutkan bahwa profesi budget analyst juga bisa kamu jalani sebagai lulusan jurusan akuntansi. Seorang budget analyst akan bertanggung jawab dalam mengawasi uang perusahaan dan informasi budget-nya. Di samping itu, kamu juga akan menentukan alokasi dana yang efektif bagi setiap departemen di perusahaan. Nah, itu dia berbagai prospek kerja dari lulusan akuntansi. Meskipun berhubungan dengan keuangan dan deretan angka, namun lingkup kerjanya sangat beragam dan terdengar menantang, bukan? Kamu yang bercita-cita sebagai akuntan juga bisa meniti karier di berbagai lembaga sesuai dengan minat, seperti instansi pemerintah dengan status PNS hingga perusahaan startup dengan budaya kasual dan modern. Kamu adalah mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang mencari peluang untuk terjun ke dunia profesional? Yuk, sign up di Glints dan temukan banyak kesempatan untuk berkarier di perusahaan impianmu. Rancang masa depanmu sekarang! 10 Jobs for Accounting Majors, With Salary Information Data analyst Company secretary What Can You Do with an Accounting Degree? [2023 Guide] Investment Consultant Overview report this ad Noel Griffith, Accountants prepare and examine financial records. It’s the responsibility of the accountant working on the account to make sure the records are accurate, true, and all the tax information is well as preparing financial records, accountants must provide notes and details regarding their findings. This includes communicating their findings to senior managers, CEO’s and other people within the and auditors have a key role in helping an organization or an individual have a clear handle on their finances. Often being the first to know about any financial issues or difficulties that may be arising. You might also be interested in learning how to become an accountant. Accountant SalaryThe first question that comes to mind is, how much do accountants make? Accountants work across many different industries, and as such there are varying median accountant salary across all industries and states is $70,640​.​The lowest 10% across the industries are earning under $43,650, while the highest 10% of earners are exceeding $122,840. This puts an accountants starting salary in the <$45,000 important to remember that accountants can work long hours during busier times in the month, or year. Financial year ends, monthly reporting, and annual tax return periods have strict accountants work full-time. About 20% of accountants worked in excess of 40 hours per week. Accountants can work for themselves, as part of a team of accountants, or as employees for an are most commonly employed by organizations. This is because they are needed all year round, and having the consistency that an employee offers adds stability to preparation of financial records. Top 5 Paying States FlagStateEmployment per 1000 JobsHourly mean wageAnnual mean wage New New Virginia $78,640 Top Paying Industries IndustryPercent of industry employmentHourly mean wageAnnual mean wage Securities and Commodity Contracts Intermediation and Federal Executive Branch Securities and Commodity Exchanges Software Financial Investment Activities Accountant Job DescriptionSo, what do accounts do? Accountants prepare and examine financial records, both manually and electronically. In the process of doing this there are some key duties that includeChecking financial records for accuracy and tax returns and ensure tax payments are made in a timely accounting procedures for efficiency and and maintain financial documents and suggestions on ways to reduce costs, improve cash flow and improve the bottom addition to being responsible for maintaining records, accountants are also expected to report on their findings. This means attending meetings, preparing written reports and adding notes to the is a need for some social and people skills. Although accountants do a lot of their work alone, when communicating to others in the organization they are required to be clear and concise. Mistakes in communication can prove to be costly and time AccountantsPublic accountants work with clients to prepare their public documents that they have to disclose by law. This includes balance sheet statements, tax forms, and other documents that potential investors would need to usually work for accounting firms, or have their own practice. It’s a legal requirement for publicly traded companies to have CPA’s sign off their documents as true and AccountantsManagement accountants prepare financial information to be used internally by a big organization. It’s not intended to be viewed by persons outside of the business, and the information is used to aid with forecasting, profitability, and also help the business with budgeting, performance evaluation, and highlight ways companies can cut costs and improve Defined Accountant RolesThere are other roles for accountants that differ from those above, and each accountant’s career path can have a very different progression. Financial accountants deal with only the financial side of the business, nothing to do with the management accountants work exclusively for the government, maintaining and auditing the records of private businesses that are subject to government also do a lot of accounting work, and the two careers paths are often closely linked. To audit financial records you need in depth accounting knowledge, to audit accurately the work the accounts have Outlook Of AccountantsAccording to US government projections, there is expected to be a 10% growth between 2016 and 2026 in the accounting profession. This is about average for all professions, and adds some stability to the best prospects are for those who are fully qualified. Certified Public Accountants are always in demand, and with corporate scandals on the increase, extra scrutiny is expected in the continued growth of business worldwide is also expected to lead to an increase in demand for accountants. With a need for every business and organization to have accurate and up to date financial records, the prospects for skilled accountants is always going to be very good. Accountant Salary by State FlagStateEmployment per 1000 JobsHourly mean wageAnnual mean wage New New New New North North Rhode South South West Top paying metropolitan areas AreaEmployment per 1000 jobsHourly mean wageAnnual mean wage New York / White Plains Wayne, – NY/NJ – Metropolitan San Jose / Sunnyvale / Santa Clara, – CA Salinas, CA Dothan, AL Bethesda / Rockville / Frederick, – MD – Metropolitan Division Top paying nonmetropolitan areas AreaEmployment per 1000 jobsHourly mean wageAnnual mean wage St. Mary’s County, – Maryland – nonmetropolitan Southeast Alaska – nonmetropolitan area Railbelt – Southwest Alaska – nonmetropolitan area North Carolina – nonmetropolitan Southwestern New Mexico – nonmetropolitan area Accountant Career Video Noel Griffith, Noel Griffith is a Doctor of Philosophy with a strong interest in educational research. He has been an editor-in-chief of since 2014. Noel is an avid reader non-fiction, enjoys good food, live theatre, and helping others make wiser career decisions. Try our FREE award-winning tool to find the best schools in your area.

penghasilan usaha kantor akuntan