Tekstersebut dinamakan teks prosedur karena berisi petunjuk berupa langkah-langkah dalam membuat/melakukan sesuatu. Teks prosedur Membuat Layang-Layang di atas merupakan teks prosedur kompleks karena berisi langkah-langkah yang harus dilakukan seseorang untuk membuat sesuatu agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai, yakni membuat layang-layang. Tape(optional) Steps : Get a piece of paper (any color), and cut a diamond shape from it. Sometimes it is better if you tape four pieces together. But you have to tape them together the right way. Tape two together, then tape together the other two. Tape them on each other. ï»żStrukturteks prosedur cara membuat terdiri dari: 1) Tujuan; 2) Bahan dan Alat; 3) Langkah-langkah; 4) Penutup. Karena dalam contoh teks prosedur berikut ini adalah teks prosedur 'cara membuat layang-layang' maka setidaknya struktur teks prosedurnya terdiri dari empat bagian di atas. WDL7o. Pengertian teks prosedur Selamat datang di Aji-aji Sekolahan, sreg postingan bisa jadi ini Kangenge akan membagikan informasi mengenai bacaan prosedur. Di postingan sebelumnya Kangenge sudah lalu bagikan beberapa hipotetis teks prosedur mengenai kerajinan. Sebelumnya juga telah Kangenge singgung. Artikel ini yakni lanjutan bersumber secuil pembahasan selingkung pustaka prosedur yang sebelumnya sudah Kangenge senggol. Tentunya artikel ini bertujuan agar kamu lebih mencerna barang apa itu wacana prosedur mulai bermula pengertiannya, struktur teks prosedurnya, ciri-ciri hingga kaidah kebahasaan. Konotasi Teks Prosedur Dalam KBBI, pembukaan prosedur diartikan sebagai “suatu tahap kegiatan untuk membereskan suatu aktivitas” atau “suatu metode ancang demi langkah secara pasti dalam memecahkan satu masalah.” Sehingga mutakadim terbayang bahwa konotasi teks prosedur yakni suatu pustaka yang digdaya suatu cara, metode, langkah-langkah dalam mengendalikan atau melakukan sesuatu. Dalam pustaka prosedur prinsip atau langkah-langkah tersebut harus disusun secara sistematis berasal mulanya sampai akhir. Tujuannya tentu agar nanti para pembaca dapat mengajuk ancang-ancang nan disajikan di teks prosedur tersebut sehingga bisa menyelesaikan kebobrokan tertentu. Misalnya ia ingin membuat layang-layang, dalam teks prosedur tersebut akan suka-suka peranti dan incaran yang akan digunakan dan langkah-persiapan yang bersistem bersumber semula sebatas penutup sehingga kamu kaya membuat layang-layang. Agar lebih memahaminya lanjut ke bab seterusnya yaitu struktur teks prosedur. Struktur Teks Prosedur Secara umum bacaan prosedur memiliki struktur antara lain Tujuan Harapan penulisan teks prosedur ialah episode yang penting. Tentu saja karena nantinya para pembaca akan memafhumi segala apa tujuan dari cara alias metode yang disajikan ini. Biasanya tujuan teks prosedur disimpan di tajuk. Namun cak semau sekali lagi yang disimpan di paragraf pertama tersidai penulisnya. Nan terpenting n domestik teks prosedur teradat menyertakan pamrih bermula penulisan teks prosedur tersebut. Material Material biasanya sakti radas dan bahan yang akan digunakan internal pamrih teks prosedur tersebut. Misalnya dalam pembuatan layang-layang diperlukan bahan-bahan seperti kertas, bambu, perekat plano, lungsin; dan organ yang digunakan sperti gunting, cutter, pisau, gergaji dan sebagainya. Selain weduk alat dan sasaran, material kerumahtanggaan teks prosedur kembali bisa berisi persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan prosedur tersebut. Misalnya teks prosedur dengan judul “Mandu Memutihkan Cahaya muka Dengan Alami” maka dalam material dicantumkan “Pastikan sebelum melaksanakan tutorial ini, kamu harus kumbah wajah dengan sabun bubuk terlebih dahulu tinggal keringkan dengan handuk yang lumat.” Langkah-langkah Seterusnya privat tek prosedur tentunya ada langkah-langkah atau metode untuk melakukan sesuatu. Langkah-langkah tersebut disusun secara berurutan. Tujuannya agar nantinya pembaca dapat mengerti dan berbuah mengerjakan harapan tertentu sesuai dengan teks prosedurnya. Kalimat di bagian langkah-langkah biasanya menggunakan kalimat perintah. Kalimat perintah merupakan sebuah kalimat yang berisikan permohonan/ menyuruh seseorang kerjakan melakukan sesuatu. Misalnya “Guntinglah kertas tersebut sehingga menjadi dua proporsional besar!” Ki gandrung ngegas memang, namun itulah salah satu ciri dari kaidah kebahasaan teks prosedur yang sepenuhnya akan di bahas plong gapura berikutnya. Ciri-ciri Referensi Prosedur Dikutip dari ciri-ciri terbit teks prosedur antara tidak Isi yang disampaikannya rinci dan teliti Isi yang disampaikannya bersifat informatif Isinya cenderung bebas Ancang-ancang yang ada pada teks prosedur berwatak berkelanjutan Teks prosedur disertai penjelasan nan konsekuen Selain itu ciri-ciri referensi prosedur dari ada juga pendapat tak terkait ciri-ciri referensi tersebut yang Kangenge rangkum dari berbagai sumber. Mengenai ciri-ciri berpangkal pustaka prosedur adalah Berisi anju-langkah substansial point atau alinea Intern penyajiannya, teks prosedur sakti langkah-langkah nan disajikan secara point tiap-tiap point. Namun terserah pun nan per paragraf. Semata-mata kian mudah jika disajikan secara point per point karena isinya jelas dan tidak bertele-tele. Apabila pustaka prosedur tersebut tidak menggunakan point-point sama dengan biasanya, maka konjungsi temporal yang dipakai. Kangenge beri model misalnya “Prinsip Membuat Layang-layang” maka isi/ langkah-langkahnya seperti ini. Purwa potong malar-malar habis penggaris bambu nan sudah dipersiapkan terka-nyana panjangnya 60 cm dengan ketebalan sekitar 2 cm. Lalu raut mistar bambu yang mutakadim dipotong tersebut hingga kecil-kecil dan agak membulat. Kemudian setelah bilah bambu selesai diraut
 Langkah-langkah di atas tak menunggangi point cuma menunggangi konjungsi temporal yaitu pertama, lalu dan kemudian. Keadaan tersebut bisa dilakukan asalkan penggunaan konjungsi tersebut bernar dan isinya jelas tidak mencemaskan. Menggunakan kata kerja aktif Ciri teks prosedur selanjutnya yaitu menunggangi pengenalan kerja aktif. Kata kerja aktif adalah kata kerja dimana subjek menjadi pelaku. Verba aktif rata-rata berimbuhan me- atau ber-. Seperti memantek, kumbah, lontar dan sebagainya. Menggunakan kalimat perintah Mutakadim dijelaskan tadi bahwa salah satu ciri teks prosedur adalah menggunakan kalimat perintah. Kalimat perintah yakni kalimat yang berisi sebuah permintaan/ menyuruh seseorang bagi melakukan sesuatu sesuai karsa yang dimaksud. Boleh jadi hal ini cukup jelas karena tadi sudah dijelaskan. Berisi keterangan yang objektif Teks prosedur adalah sebuah teks yang nonblok, artinya sesuai dengan embaran tak berbadasarkan takhayul carik. Prinsip Kebahasaan Pustaka Prosedur Bagaikan salah satu teks, teks prosedur tentunya mempunyai kaidah kebahasaan partikular, mengenai cara kebahasaan berpangkal teks prosedur antara lain Menunggangi kalimat perintah Telah dijelaskan tadi bahwa bacaan prosedur puas galibnya memperalat kalimat perintah. Kangenge tidak akan menjelaskannya lagi karena di atas sudah dijelaskan. Menggunakan pengenalan teknis terkait dengan topik nan dibahas Pembukaan kerja teknis atau istilah n domestik teks prosedur akan berkaitan dengan topik yang dibahas. Misalnya dalam pustaka yang berjudul “Beragam Guna Baja Untuk Kesehatan” yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Tentunya nanti bisa hanya ada kata kerja teknis seperti protein, vitamin, kalsium dan sebagainya. Menggunakan pembukaan kerja material dan tingkah laku Introduksi kerja material merupakan kata kerja yang berkaitan dengan aktifitas fisik seperti tusuk jidar bambu tersebut, tuangkan santan, tempelkan kertas dan bukan sebagainya. Tipe-Macam Teks Prosedur Teks prosedur memiliki bermacam ragam macam tipe, yang paling umum neko-neko teks prosedur antara lain Pustaka prosedur sederhana Teks prosedur sederhana ialah pustaka yang digdaya langkah-langkah yang sederhana. Puas umunya terdiri bersumber beeberapa langkah saja. Salah satu contohnya adalah teks prosedur cara menyalakan komputer, teks prosedur cara menyalakan televisi dan enggak sebagainya. Teks prosedur mania Sedangkan teks prosedur kompleks merupakan sebuah teks prosedur yang memiliki banyak langkah tertentu dan berkaitan dengan langkah lainnya. Misalnya teks prosedur pembuatan Karcis Tanda Penduduk KTP, teks prosedur mendaftar ke sekolah dan lain sebagainya. Contoh Teks Prosedur Di bawah ini Kangenge sediakan beberapa arketipe pustaka prosedur sesuai dengan tipe pustaka prosedur. Abstrak teks prosedur sederhana Cara Manyalakan Televisi Persiapan-langkah Masukkan kabel power televisi pada stopkontak Tekan cembul on puas remote atau bisa melalui televisi Tunggu sebatas televisi menyala Televisi sudah lalu menyala selamat menonton Teladan teks prosedur kompleks Cara Membuat Keripik Singkong Balado Bahan-bulan-bulanan Singkong nan sudah lalu dikupas seberat 500 gram Petro goreng secukupnya kerjakan menggoreng singkong Bahan bagi bumbu 5 buah cabe abang sehat 1 siung bawang merah 1 caling bawang putih Garam dan penyedap rasa Gula Persiapan Pengerjaan Sayat tipis kaspe lewat rendam dengan air garam sekitar satu jam Tiriskan singkong setakat mengering Goreng singkong dengan jago merah menengah. Pastikan minyak mutakadim panas merata. Sambil gongseng singkongnya, haluskan korban untuk bumbu kecuali gula dan koreksi rasa. Tumis bumbu sampai harus lalu tambahkan air masak hingga mendidih Setelah bumbu mendidih perolehan gula lambat-laun sedikit simultan diaduk. Sesudah agak mengental kecilkan jago merah setakat api terpandang sama dengan akrab padam. Masukan singkong nan mutakadim digoreng ke bumbu tadi. Aduk-aduk hingga merata. Matikan api lalu masukan balado ubi kayu ke toples hendaknya ketela pohon balado teguh renyah. Singkong balado radu dibuat. Intiha Sekian artikel mengenai denotasi referensi prosedur, struktur, ciri-ciri dan kaidah kebahasaannya semoga signifikan dan boleh dimanfaatkan. Cak dapat kasih. Selamat belajar! Di bawah ini adalah sebuah contoh teks prosedur kompleks mengenai cara membuat layang-layang. Bahan yang dibutuhkan 1. Sebuah ruas bambu dengan diameter sekitar 1 cm. Sedangkan panjangnya sekitar 90 cm. 2. Sebuah ruas bambu dengan diameter sekitar 1 cm dan panjangnya sekitar 50 cm 3. Kertas minyak, plastik atau kertas tipis lainnya 4. Cat warna 5. Lem kertas 6. Gunting dan pisau 7. Penggaris 8. Benang Cara Membuat 1. Buat kerangka layangan berdasarkan diameter yang tertera di atas. Sediakan dua ruas bambu dengan ukuran panjang 60 cm dan 100 cm. 2. Posisikan bambu menyilang dengan panjang sisi kanan dan kiri sama. Gunakan benang sebagai penyeimbang untuk mendapatkan posisi yang tepat benang diletakkan pada poros tengah 3. Ikat setiap ujung ruas menggunakan benang. Buat belahan pada ujung bambu untuk digunakan sebagai pengait. 4. Kerangka layangan sudah siap 5. Selanjutnya siapkan kertas atau plastik dan letakkan di bawah kerangka layangan yang sudah Anda buat. 6. Buat pola dan tandai dengan cat warna 7. Potong kertas dengan menambahkan sekitar 2 cm lebih lebar dari pola. Karena akan dilipat dan di lem untuk menutupi kerangka 8. Hiasi layang-layang dengan cat warna sesuai dengan keinginan Anda 9. Layangan siap digunakan Post navigation Pengertian teks prosedur Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Teks ini diklarifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu teks yang memuat cara penggunaan alat, benda, atau sejenisnya, teks yang memuat cara melakukan suatu aktivitas, dan teks yang berisi kebiasaan atau sifat tertentu. Teks prosedur bertujuan untuk membantu seseorang memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat. Ciri-ciri Teks Prosedur Teks prosedur dapat dengan mudah dibedakan dengan jenis teks lainnya. Berikut merupakan ciri-ciri teks prosedur Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf. Teks prosedur umumnya berbentuk poin-poin yang berisikan langkah-langkah kegitan. Setiap poin berkaitan dan menunjukan urutan langkah yang harus dilakukan. Namun, ada pula teks prosedur yang berbentuk paragraf dan tidak menggunakan angka sebagai urutan. Teks ini terkadang dapat menyerupai teks narasi karena menggunakan konjungsi temporal. Menggunakan kalimat saran dan larangan. Kalimat saran dalam teks prosedur bertujuan untuk mengarahkan seseorang melakukan sesuatu agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Begitupula dengan kalimat larangan, yaitu agar seseorang tidak melakukan langkah yang salah. Disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail Teks prosedur berisi langkah-langkah yang sistematis dan runut. Setiap langkah juga dijelaskan secara detail agar pembaca dapat memahami langkah yang akan dilakukan. Berisi informasi yang bersifat objektif. Tek prosedur berisi informasi yang bermanfaat untuk semua orang. Informasi yang disampaikan juga bersifat objektif, berdasarkan percobaan, atau analisis, bukan khayalan penulis. Terdapat bilangan urutan atau angka yang menunjukan urutan/langkah prosedur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa teks prosedur dibuat menggunakan tahapan. Umumnya ditulis menggunakan angka, tetapi untuk teks yang berupa paragraf akan terdapat urutan langkah yang ditunjukkan dengan kata seperti, pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Kaidah kebahasaan Teks Prosedur Menggunakan kata kerja perintah imperatif. Kata kerja imperatif merupakan kata kerja yang dibentuk dengan akhiran –kan, -i, dan partikel –lah. Kalimat ini digunakan untuk meminta atau melarang seseorang untuk dan tidak melakukan suatu hal. Contohnya, siapkan, hindari, dan panaskan. Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik bahasan. Kata teknis atau istilah yang digunakan dalam teks prosedur berkaitan dengan isi teks yang dibahas. Misalnya, dalam teks prosedur dengan judul “Manfaat jamur untuk kesehatan”, istilah yang digunkan di antaranya nutrisi, protein, osteoporosis, dll. Menggunakan kata penguhubung konjungsi temporal. Merupakan kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda, serta bersifat kronologis. Misalnya, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan lalu. Menggunakan kalimat persuasif. Kalimat persuasif adalah kalimat yang bersifat membujuk seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Contoh, “Marilah menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga.” Menggunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai. Di awal teks prosedur akan dijelaskan material yang akan digunakan dalam teks tersebut, termasuk ukuran, jumlah, dan warna. Hal ini, terutama dalam teks prosedur berupa resep dan petunjuk penggunaan alat. Misalnya, 500 gram daging sapi, 1000 ml santan, dan 6 siung bawang putih. Verba material dan tingkah laku. Verba material adalah sesuatu yang mengacu pada tindakan fisik seperti haluskan bumbu, tuangkan santan, dan tindakan lainnya. Verba tingkah laku adalah tindakan yang dilakukan dengan ungkapan. Macam-macam Teks Prosedur 1. Teks prosedur sederhana Teks ini berisi langkah-langkah yang sederhana, umumnya terdiri atas 2 hingga 4 langkah. Contohnya prosedur mengoperasikan setrika, menyalakan komputer, dan menyalakan TV. Berikut merupakan contoh teks prosedur sederhana tentang membuat keranjang. Membuat Keranjang dari Koran Bekas Barang bakas dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan yang bermanfaat dan juga memiliki nilai jual. Misalnya membuat keranjang dari koran bekas. Bahan yang dibutuhkan di antaranya koran, gunting, dan tali. Berikut cara membuatnya Siapkan koran bekas dalam jumlah banyak. Potong koran bekas secara memanjang dengan ukuran yang sama. Lipat memajang potongan koran tersebut. Susun lipatan koran seperti menganyam sampai berbentuk keranjang. 2. Teks prosedur kompleks Teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berkaitan dengan langkah lainnya. Contohnya, prosedur pembuatan KTP ataupun mendaftar sekolah. Berikut contoh teks prosedur kompleks, yaitu cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Mencuci Pakaian Menggunakan Mesin Cuci Sumber gambar Mencuci pakaian merupakan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Jika dahulu mencuci pakaian menggunakan tangan, kini kita dapat menggunakan mesin cuci. Namun, tidak semua orang tahu cara mengoperasikan mesin cuci. Berikut cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Letakkan pakaian yang akan dicuci ke dalam tabung mesin cuci. Jika mesin cucimu memiliki dua tabung, letakkan pada sisi tabung yang lebih besar. Isi air secukupnya sesuai banyaknya baju yang akan dicuci. Masukan detergen dan pewangi pakaian pada tempatnya. Putar tombol ke arah waktu 10 menit. Tabung mesin cuci pun akan bergerak memutari dan mengaduk cucian. Setelah mesin berhenti, buang air cucian dengan memutar tombol ke arah “drain”. Setelah pembuangan air selesai, ulangi proses di atas sekali lagi agar pakaian bersih, serta bebas dari kotoran dan busa detergen. Buka penutup mesin cuci dan pindahkan kain ke tabung yang lebih kecil. Putar tombol ke arah waktu 5 menit untuk mengeringkan pakaian. Jemur pakaian yang telah dikeringkan. Tidak semua mesin cuci memiliki cara yang sama. Beberapa mesin cuci hanya perlu menekan beberapa tombol, lalu mesin cuci akan bekerja sendiri hingga proses pengeringan. Struktur Teks Prosedur 1. Pengantar atau pembuka Teks prosedur umumnya diawali dengan judul, yang merupakan inti dari kegiatan yang akan dilakukan. Kemudian, dilanjutkan bagian pengantar berupa kalimat interogatif sebagai pembuka teks sebelum masuk ke topik yang dibahas. Pada bagian ini juga dijelaskan tujuan dari pembuatan teks prosedur atau hasil akhir yang akan dicapai dalam melakukan tahapan-tahapan pada teks prosedur. Bagian pengantar dan pembuka ini bersifat tentatif, sehingga tidak selalu ada dalam tiap teks prosedur. 2. Material Pada bagian ini berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ataupun membuat sesuatu. Contohnya dalam teks membuat makanan, akan dijelaskan bumbu dan bahan apa saja yang akan digunakan. Kemudian, dalam teks prosedur cara melakukan sesuatu akan dijelaskan alat-alat yang perlu disiapkan sebelum mulai melakukan kegiatan. 3. Langkah-langkah Bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Tahapan ini harus dilakukan secara runut dan tidak boleh ada tahapan yang terlewat ataupun tertukar. 4. Simpulan Setelah selesai melakukan kegiatan sesuai tahapan, di akhir teks prosedur terdapat simpulan kegiatan. Bagian ini berupa kalimat atau paragraf yang menjelaskan hasil yang didapat setelah melakukan setiap langkah kegiatan. Pada bagian ini juga terdapat saran dan tanggapan penulis terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Mengidentifikasi Teks Prosedur Bacalah teks prosedur berikut untuk membantu kamu memahami ciri-ciri teks prosedur. Menyampul Buku Sekolah Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan. Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku. Berikut cara menyampul buku yang benar. Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah. Buatlah dua irisan berbentuk segitiga di tengah-tengah sisi panjang tepian sampul kertas atau tepat pada bagian punggung buku. Lipatlah sisa sampul ke dalam sehingga membungkus setiap tepi buku. Lanjutkan pada ketiga sudut lainnya. Lipatkan setiap tepian sudut sampul ke dalam agar sampul tidak mudah terlepas. Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas. Setelah selesai pada satu sisi, tutuplah bukumu dan tekan agar lipatan semakin rapat. Lalu, ulangi pada sisi lainnya. Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman. Teks tersebut merupakan teks prosedur karena memenuhi ciri-ciri dan struktur teks prosedur. Berikut ciri-ciri teks perosedur dan kaidah bahasa yang digunakan berdasarkan teks “Menyampul Buku Sekolah” Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf. Teks tersebut berupa poin-poin kegiatan yang ditunjukkan dengan menggunakan angka-angka. Setiap langkah kegiatan saling berkitan dan dibuat secara runut. Menggunakan kalimat saran dan larangan. “Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas” Teks disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail mengenai tiap tahapan. Berisi informasi yang bersifat objektif. Teks prosedur ini bermanfaat untuk siswa sekolah sebagai panduan untuk menyampul buku sekolahnya agar tidak cepat kotor atau rusak. Menggunakan kata kerja perintah imperatif, di antaranya lipatlah, letakkan, tutuplah, dan namai. Menggunakan kata penguhubung konjungsi temporal, seperti lalu. Menggunakan kalimat persuasif. “Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman.” Menggunakan verba material dan tingkah laku, seperti lipatlah kertas dan tutuplah bukumu. Kemudian, berikut analisis struktur teks prosedur dari teks “Menyampul Buku Sekolah”. A. Pengantar atau pembuka Pengantar dari teks prosedur tersebut terdapat di awal paragraf. Penulis menjelaskan tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan. “ Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan.” B. Material Pada teks tersebut, material atau peralatan yang akan digunakan dijelaskan di awal paragraf pada kalimat ke empat. “Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku.” C. Langkah-langkah Tahapan kegiatan disusun menggunakan angka, yaitu dari langkah 1 hingga 7. Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah. Buatlah 
 dan seterusnya Apakah kamu sudah memahami ciri-ciri dan struktur teks prosedur? Bacalah kedua contoh teks prosedur berikut, kemudian analisislah ciri-ciri dan strukturnya. Contoh Teks Prosedur 1 Membuat Layang-layang Layang-layang Layang-layang merupakan salah satu mainan anak-anak yang masih kerap dimainkan hingga saat ini. Cara membuat layang-layang cukup mudah serta bisa dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain bambu tipis, kertas minyak, lem kertas, benang, pisau, dan gunting. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. Buatlah kerangka layangan dengan dua buah bambu yang sudah disiapkan. Letakkan bambu dengan menyilang dan seimbang antara panjang bagian kanan dan kirinya. Ikat bambu tersebut menggunakan benang pada setiap bagian. Guntinglah kertas minyak sesuai kerangka layang-layang dan tempelkan. Hiaslah layang-layang sesuai yang kamu inginkan. Contoh Teks Prosedur 2 Membuka Rekening Bank Prosedur Membuka Rekening Bank Siapkan fotokopi kartu identitas KTP atau SIM Siapkan fotokopi kartu keluarga Siapkan uang setoran Anda Pergilah ke bank yang diinginkan dan ambil nomor antrean dan formulir permohonan pembukaan rekening. Isilah formulir permohonan tersebut sesuai arahan sesuai dengan data diri Anda. Semua formulir yang telah terisi, ditandatangani di atas materai. Anda dapat membeli materai di petugas apabila tidak membawa. Setelah nomor antrean Anda dipanggil, serahkan formulir permohonan pembuka rekening yang telah kamu isi kepada petugas. Kemudian, tunggulah petugas memproses buku rekening dan ATM Anda. Kontributor Nidia Rahma, Alumni Sastra Indonesia FIB UI Lihat juga materi lainnya Cara Menulis Daftar Pustaka Resensi Ciri-ciri dan Contoh Pantun Teks Prosedur merupakan salah satu jenis teks yang menjadi materi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Secara sederhana, teks prosedur dapat diartikan sebagai teks yang berisi cara, dan langkah-langkah untuk melakukan halnya dengan jenis-jenis teks lain, teks prosedur memiliki sebuah struktur baku yang menjadi ciri khasnya. Teks prosedur setidaknya terdiri dari dua jenis yaitu, cara membuat dan cara melakukan. Struktur teks prosedur cara membuat terdiri dari1 Tujuan;2 Bahan dan Alat;3 Langkah-langkah;4 PenutupKarena dalam contoh teks prosedur berikut ini adalah teks prosedur 'cara membuat layang-layang' maka setidaknya struktur teks prosedurnya terdiri dari empat bagian di apa saja yang bisa dijadikan dan dibuatkan teks prosedurnya, banyak hal. Banyak hal yang dapat dijelaskan dan dituliskan dlaam teks prosedur. Prosedur membuat tempe goreng, prosedur membuat kopi, prosedur membuat mainan, prosedur membuat layang-layang, semua bisa dituangkan dalam bentuk teks prosedur yang lengkap dan hanya hal sederhana yang bisa dituliskan teks prosedurnya. Mulai dari hal yang agak kompleks, hingga hal-hal rumit, yang ada di sekitar kita, bisa dituliskan teks prosedurnya. Pastikan sebelum menuliskan teks prosedurnya, kita benar-benar paham langkah-langkah sebenarnya dalam membuat sesuatu tersebut, agar tidak salah dalam membuat teks prosedurnya. Dalam kumpulan contoh teks prosedur dalam kali ini, akan diberikan beberapa contoh teks prosedur membuat layang-layang. Akan ada tiga teks prosedur yang kesemuanya merupakan teks prosedur membuat layang-layang, namun dalam bentuk, bahasa, dan jenis layang-layang yang berbeda. Langsung saja kita lihat contoh teks prosedur Cara Membuat Layang-layang berikut iniContoh Teks Prosedur PertamaCara Membuat Layang-Layang SowanganLayang-layang adalah permaianan tradisional yang selalu bisa mengikuti perkembangan zaman. Awalnya layang-layang merupakan permainan tradisional yang intinya bisa menerbangkan benda dan dikendalikan dengan tali. Masing-masing negara dan wilayah memiliki kekhasan bentuk dan jenis layang-layang. Salah satu layang-layang menjadi ciri khas budaya Indonesia adalah layang-layang sowangan, yaitu layang-layang yang bisa menghasilkan bunyi ketika diterbangkan. Berikut ini adalah cara membuat layang-layang dan Alat1 bilah bambu panjang 150 cm2 bilah bambu panjang masing-masing 100 cm4 bilah bambu panjang masing-masing 50 cm1 bilah bambu panjang 110 cm3 bilah bambu masing-masing panjang 20 cm2 buluh ranting bambu seukuran jari sepanjang 3 cmPlastik lebarLem PlastikPitaBenangSilet pemotongGuntingPisauLangkah-langkah Membuat Layang-layang sowanganMembuat Sowangan1. Raut bilah bambu dengan panjang 110 cm, hingga mengecil dan memipih di kedua ujungnya;2. Lubangi buluh bambu hingga pas dimasukkan ke ujung bilah bambu yang memipih;3. Pasang pita dari ujung ke ujung bilah bambu, lekatnya dengan menjepitkan pita dengan ujung bambu dengan menggunakan buluh ranting bambu yang berlubang hingga membentuk seperti busur panah;Membuat Kerangka Layangan1. Raut masing-masing bilah bambu yang panjangnya 100 cm sehingga berbentuk gilig dan mengecil di kedua ujungnya;2. Ikat menyilang masing-masing ujung bambu sehingg membentuk seperti daun;3. Ikat bagian tengah sebilah bambu pada bambu yang 150 cm, ikat pada 10 cm dari ujung atas;4. Lakukan hal yang sama pada bilah kedua yang telah membnetuk daun, pastikan seimbang kanan kirinya;5. Satukan bilah bambu yang panjangnya 50 cm masing-masing ujungnya dengan benang sehingga membentuk persegi;6. Ikat persegi dalam bentuk diagonal dan satukan dengan kerangka utama, beri jarak 15 cm dari ikatan bagian atas;7. Pastikan semua ikatan kuat dan tidak terlepas;Menggabungkan Layang-Layang Sowangan1. Tempelkan plastik pada kerangka layang-layang yang telah rapi;2. Potong plastik menggunakan gunting, beri jarak 2 cm dari kerangka;3. Setelah masing-masing bagian dipotong, lipat ke bagian dalam kemudian rekatkan dengan lem;4. Pasangkan sowangan ke bagian atas layang-layang, gunakan 3 bilah bambu sepanjang 20 cm sebagai dudukan sowangan, ikat kuat-kuat;5. Pasangkan tali kekang, ikat pada bagian atas di bawah sowangan dan 15 cm dari ujung bawah kerangka;5. Satukan bilah bambu yang panjangnya 50 cm masing-masing ujungnya dengan benang sehingga membentuk persegi;6. Ikat persegi dalam bentuk diagonal dan satukan dengan kerangka utama, beri jarak 15 cm dari ikatan bagian atas;7. Pastikan semua ikatan kuat dan tidak terlepas;Menggabungkan Layang-Layang Sowangan1. Tempelkan plastik pada kerangka layang-layang yang telah rapi;2. Potong plastik menggunakan gunting, beri jarak 2 cm dari kerangka;3. Setelah masing-masing bagian dipotong, lipat ke bagian dalam kemudian rekatkan dengan lem;4. Pasangkan sowangan ke bagian atas layang-layang, gunakan 3 bilah bambu sepanjang 20 cm sebagai dudukan sowangan, ikat kuat-kuat;Layang-layang sowangan sudah siap diterbangkan, selain bentuknya menari layang-layang sowangan bisa berbunyi nyaring, maka bisa dinikmati tidak hanya bentuknya tapi juga suaranya. Selamat bermain layang-layang, selamat menjaga permainan tradisional.

teks prosedur membuat layang layang